Berita Indonesia terkini seputar teknologi, ekonomi, lifestyle, budaya, wisata, dan dunia.
StudioKctus / Intelligence Lifestyle

Biaya Transaksi ATM di Luar Negeri yang Perlu Dipersiapkan

Biaya transaksi atm luar negeri Merencanakan liburan ke luar negeri di akhir tahun? Selain menentukan destinasi dan akomodasi, penting juga untuk mempersiapkan pengelolaan keuangan yang bijak selama di perjalanan. Salah...

Biaya Transaksi ATM di Luar Negeri yang Perlu Dipersiapkan

/* KENAPA_INI_PENTING */

Konteks utama, langsung ke intinya

Biaya transaksi atm luar negeri Merencanakan liburan ke luar negeri di akhir tahun? Selain menentukan destinasi dan akomodasi, penting juga untuk mempersiapkan pengelolaan keuangan yang bijak selama di perjalanan. Salah...

Biaya transaksi atm luar negeri Merencanakan liburan ke luar negeri di akhir tahun? Selain menentukan destinasi dan akomodasi, penting juga untuk mempersiapkan pengelolaan keuangan yang bijak selama di perjalanan. Salah satu hal yang tak boleh terlewat adalah menyiapkan uang tunai dalam jumlah yang cukup dan aman, agar Anda tetap nyaman bertransaksi di negara tujuan. Pembahasan ini menyoroti biaya transaksi atm luar negeri.

Beberapa wisatawan sengaja tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar ketika bepergian ke luar negeri; mereka lebih memilih mengandalkan kartu debit atau kredit agar terhindar dari risiko kehilangan atau pencopetan, sekaligus tetap bisa menikmati perjalanan dengan tenang.

Salah satu cara paling praktis yang kerap dipilih wisatawan untuk mendapatkan uang tunai selama berlibur adalah menarik uang melalui mesin ATM yang tersedia di destinasi tujuan.

Nyatanya, menarik uang di ATM luar negeri ternyata menyimpan berbagai macam biaya tambahan yang kerap kali tidak terduga. Mulai dari biaya transaksi internasional, biaya kurs mata uang, hingga biaya admin dari bank penerbit kartu, semua bisa membuat jumlah uang yang ditarik jauh berkurang dari perkiraan awal.

Umumnya, bank akan memotong biaya tetap untuk setiap kali Anda menarik uang di ATM luar negeri. Yang jarang disadari, di samping biaya tarik tunai itu sendiri, bank juga menyematkan biaya konversi mata uang—sebuah potongan tambahan yang dihitung dari persentase nilai transaksi saat saldo rekening Anda dikonversi dari rupiah ke mata uang setempat.

Bank Anda bisa jadi akan memotong biaya ekstra setiap kali Anda menarik uang di luar negeri. Besaran tarifnya tidak sama antar nasabah; yang menentukan adalah jenis bank-nya, paket rekening yang dipilih, bahkan jenis kartu yang digunakan.

Namun, bila biaya-biaya kecil ini terus menumpuk, total akhirnya bisa membengkak dan membuat penarikan dana jauh lebih mahal dari perkiraan semula.

Biaya penggunaan ATM bisa berbeda-beda tergantung di mana Anda berada, dan perbedaan ini sering kali baru terasa setelah transaksi selesai. Di kota besar biaya tambahannya mungkin hanya sepuluh ribu rupiah, tapi begitu masuk ke pelosok desa atau pulau kecil, tarifnya bisa melonjak dua kali lipat. Karena sulit memprediksi berapa kali Anda akan tarik tunai dan di lokasi mana, traveler kerap kali baru sadar kalau ‘uang jajan’ sudah menyusut lebih cepat dari perkiraan. Akibatnya, perencanaan harian jadi kacau: yang semula cukup untuk tiga kali makan plus transport, tiba-tiba hanya cukup untuk satu kali makan saja. Banyak wisatawan akhirnya terpaksa menekan anggaran secara drastis—mengurangi makan malam, membatalkan tur setengah hari, atau bahkan menumpang tidur di lobby hostel—hanya karena biaya ATM yang tidak terlihat ini merenggut celengan perjalanan mereka.

Di sejumlah destinasi populer, ongkos berlibur bisa membengkak karena biaya-biaya tersembunyi, salah satunya adalah tarik tunai di mesin ATM. Di Turki misalnya, setiap kali Anda menekan tombol tarik, uang Anda otomatis terpotong 4,4 persen—angka yang cukup bikin dompet menjerit. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang hanya mengenakan sekitar 1,81 persen per transaksi; masih terasa, tapi setidaknya tidak separah menikmati kebab di Istanbul.

Meskipun nominalnya terdengar kecil, biaya ini sebaiknya tidak dianggap remeh. Ambil contoh: Anda menarik USD 500—setara dengan sekitar Rp 7.752.500—maka Anda akan dikenakan biaya administrasi sekitar Rp 150.000, jumlah yang bila sering dilakukan bisa menumpuk dan menggerus saldo tabungan Anda.

Oleh karena itu, wisatawan perlu lebih cermat dan waspada terhadap berbagai biaya tambahan yang mungkin muncul selama perjalanan. Dengan memperhatikan hal ini, mereka dapat menghindari pengeluaran yang tidak terduga dan mengganggu anggaran liburan.

Wise telah merangkum data terbaru mengenai rata-rata biaya penarikan uang tunai melalui ATM di sejumlah destinasi liburan favorit warga Indonesia.

Daftar berikut merangkum berapa rata-rata biaya penarikan uang tunai di ATM luar negeri, mulai dari biaya yang langsung terlihat di awal transaksi (upfront fee) hingga biaya-biaya yang kerap luput dari perhatian, misalnya selisih kurs atau margin nilai tukar yang diterapkan bank.

Thailand menempati posisi teratas sebagai negara paling mahal untuk penarikan uang tunai melalui ATM dalam daftar ini. Setiap transaksi dikenakan biaya sebesar 2,62 persen dari jumlah yang ditarik. Misalnya, jika Anda menarik uang sebesar Rp5.000.000, maka biaya tambahan yang harus dibayar mencapai Rp131.000.

Sementara di Singapura dan Malaysia, biaya penarikan tunai lewat ATM relatif lebih rendah, masing-masing hanya 1,41 persen dan 0,03 persen.

Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, dan Tiongkok memang sudah lama jadi destinasi favorit wisatawan Indonesia. Tapi jangan kaget kalau begitu tiba di sana, biaya penarikan uang tunai lewat ATM ternyata berbeda-beda di tiap negara. Besar-kecilnya potongan tergantung dari kebijakan bank setempat dan jaringan kartu yang kamu pakai, jadi sebaiknya cek dulu biayanya sebelum mulai jalan-jalan.

Korea Selatan menetapkan beban biaya kedua tertinggi di Asia, hanya kalah dari Thailand, dengan tarif sekitar 2,55 persen untuk setiap transaksi. Di koridor yang sama, Jepang memilih skema lebih ringan, sebesar 0,64 persen, sementara Hong Kong hanya memungut 0,05 persen. Tercatat pula Tiongkok menetapkan tarif paling rendah, yakni 0,01 persen per transaksi.

Amerika Serikat membebankan biaya penarikan ATM sebesar 1,81 persen untuk setiap transaksi, jauh lebih tinggi dibandingkan Inggris yang hanya mengenakan tarif 0,16 persen.

Country Manager Wise Indonesia, Elian Ciptono, membagikan sejumlah tips praktis yang bisa membantu wisatawan Indonesia lebih hemat saat berlibur ke luar negeri. Menurutnya, dengan perencanaan yang tepat, pengalaman liburan tetap menyenangkan tanpa harus menguras kantong.

Rencanakan anggaran liburan Anda jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Setelah menentukan perkiraan biaya, tukarkan sebagian uang Anda ke mata uang setempat selagi masih di kota asal. Dengan membawa uang tunai dalam jumlah secukupnya, Anda tak perlu terburu-buru mencari mesin ATM saat tiba di destinasi, sehingga terhindar dari biaya transaksi yang tinggi maupun risiko kartu tidak bisa digunakan.

Agar terhindar dari kejutan biaya di kemudian hari, pilihlah penyedia layanan yang sejak awal sudah terbuka soal rincian tarifnya—mulai dari harga dasar, biaya tambahan, hingga potensi ongkos ekstra bila terjadi perubahan pesanan—sehingga Anda bisa menyiapkan anggangan dengan tepat dan tidur lebih nyenyak.

Sebagai alternatif, Anda bisa menarik uang di bank setempat yang bekerja sama dengan bank Anda. Mesin atau cabang mitra ini biasanya memberlakukan biaya penarikan lebih rendah ketimbang mesin ATM non-jaringan, sehingga transaksi tetap lancar tanpa membebani kantong.

ATM tanpa logo biasanya berdiri sendiri di spot wisata yang ramai, tempat wisatawan butuh uang tunai dadakan. Karena tak terikat pada jaringan bank tertentu, mesin ini leluasa mematok biaya administrasi yang lebih tinggi—bisa dua hingga tiga kali lipat dari ATM resmi. Untuk menghindari potongan yang membengkak, lebih aman mencari ATM berlogo bank tempat Anda menabung, meski harus berjalan beberapa ratus meter lagi.

Jika di satu area tersedia beberapa mesin ATM yang berjarak dekat satu sama lain, luangkan waktu sejenak untuk membandingkan besaran biaya administrasi yang mereka kenakan sebelum Anda menekan tombol tarik tunai; selisih beberapa ribu rupiah dari setiap transaksi bisa terakumulasi menjadi penghematan yang cukup signifikan di kemudian hari.

Rencana berkunjung ke sanak saudara jadi lebih tenang bila uang kiriman sudah lebih dulu tersedia di tangan mereka. Manfaatkan saja layanan seperti Wise: prosesnya cepat, biayanya ringan, dan setiap rincian transaksi dipaparkan secara transparan sehingga Anda tak perlu khawatir terkena potongan tersembunyi.

Mereka bisa menemani Anda ke ATM terdekat dan menunjukkan cara menarik uang dalam mata uang lokal. Dengan begitu, Anda terhindar dari tiga beban sekaligus: biaya ATM yang tinggi, biaya transaksi lintas negara, dan kurs tukar yang sering merugikan wisatawan.

Wise memakai kurs tengah—angka yang biasa muncul di Google saat Anda mengecek nilai tukar—dan menambahkan biaya transfer rata-rata sebesar 0,67 persen untuk setiap transaksi.

Exit mobile version