Roblox kembali jadi sorotan. Setelah dituding lemah dalam melindungi anak-anak, kini ia ramai dibicarakan karena mewajibkan anak usia 9 tahun mengirim video selfie demi verifikasi usia.
Ternyata proses tersebut berjalan amburadul. Pihak Roblox menepis: “Tidak semua fitur bisa sempurna sejak hari pertama.”
Latar belakang
- Kritik meningkat soal keselamatan anak → Roblox luncurkan verifikasi usia untuk membatasi obrolan antar dewasa dan anak.
- Peluncuran parsial Desember lalu; global digulirkan bulan ini.
- Pengguna dipilihkan: unggah KTP atau kirim video selfie. Anak kecil jarang punya KTP, otomatis pakai selfie.
- Perusahaan klaim data langsung dihapus setelah dicek, tapi orangtua protes keras.
Hasil yang berantakan
- Wired tes sistem: AI sering salah—anak ditandai dewasa, dewasa jadi anak.
- Akun terverifikasi sebagai “anak” dijual di eBay mulai US$4; predator bisa membeli.
- Pemain mogok karena obrolan terblokir, developer minta fitur dibatalkan.
- Ahli menilai solusi ini tak membasmi kejahatan grooming.
Tanggapan Roblox
Matt Kaufman, Chief Safety Officer: “Dengan 150 juta pengguna harian, perlu waktu membangun sistem baru. Jutaan sudah menyelesaikan verifikasi, tanda mayoritas mendukung lingkungan yang lebih aman. Kami sedang atasi kasus orangtua yang verifikasi untuk anak hingga usia salah kaprah 21+.”
Gambar: Roblox
FTC: Kami memakai tautan afiliasi otomatis yang bisa menghasilkan pendapatan. Selengkapnya.
Tautan Sumber Artikel
https://9to5mac.com/2026/01/14/act-surprised-roblox-ai-powered-age-verification-doesnt-protect-kids/























