Berita Indonesia terkini seputar teknologi, ekonomi, lifestyle, budaya, wisata, dan dunia.

Polri Tanggapi Polemik Lagu “Bayar Bayar Bayar” Band Sukatani

Polri polemik lagu bayar Band punk asal Purbalingga, Sukatani, tiba-tiba menjadi buah bibir di media sosial setelah mereka mengunggah permintaan maaf kepada pihak kepolisian. Permintaan maaf itu berkaitan dengan lagu mereka yang berjudul *Bayar Bayar Bayar*, yang dinilai kontroversial dan menimbulkan perhatian besar dari berbagai pihak. Pembahasan ini menyoroti polri polemik lagu bayar.

Diketahui, salah satu lirik dalam lagu tersebut menyoroti praktik oknum polisi yang melanggar aturan. Baris ‘Mau bikin SIM, bayar polisi, ketilang di jalan, bayar polisi’ menggambarkan dengan gamblang bagaimana pungli alias pungutan liar masih kerap terjadi, dari urus surat sampai saat tertilang di jalan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan seluruh jajaran Polri atas lagu ciptaan kami berjudul *Bayar Bayar Bayar*, yang liriknya menyebut ‘bayar polisi’ dan sempat viral setelah kami nyanyikan. Lagu tersebut sebenarnya saya ciptakan sebagai kritik terhadap oknum-oknum kepolisian yang melanggar aturan, bukan menyerang institusi secara keseluruhan,” ujar Alectroguy, gitaris band Sukatani, sebagaimana dikutip Jumat, 21 Februari 2025.

Ia menegaskan bahwa lagu “Bayar Bayar Bayar” kini telah dicabut dari semua layanan dan tak lagi tersedia di platform streaming Spotify.

Selain itu, ia juga telah mengimbau para penggemar dan pengguna media sosial agar segera menghapus konten yang memuat lagu tersebut. Ia berharap permintaan ini dipatuhi agar tidak menimbulkan masalah lebih lanjut.

Dengan ini, saya menyerukan kepada seluruh pengguna media sosial yang menyimpan lagu kami berjudul Bayar Bayar Bayar, atau lagu dengan lirik bayar polisi, agar segera menghapus serta menarik semua video yang memakai lagu tersebut. Jika suatu saat nanti muncul risiko atau masalah hukum, tanggung jawabnya tidak lagi berada di tangan kami, tegasnya.

Diketahui, Sukatani adalah duo dance-punk yang mulai tampak di radar musik sejak 2022. Band ini digawangi oleh Alectroguy di posisi gitaris dan Twister Angel sebagai vokalis, keduanya memadu dentuman elektronik dengan energi panggung yang khas.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa institusi kepolisian tidak antikritik. Ia menegaskan bahwa Polri justru terbuka terhadap masukan dan kritik dari masyarakat, sepanjang disampaikan dengan cara yang konstruktif dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dengan komitmen dan konsistensi yang terus dipupuk, Polri tak henti-hentinya menata diri menjadi aparat keamanan yang modern. Salah satu wujudnya adalah membuka diri terhadap kritik, bukan menutup telinga. “Polri tidak antikritik,” tegasnya kepada Antara, Jumat, 21 Februari 2025, sebagai bukti bahwa transformasi institusi juga berarti belajar dari masukan masyarakat.

Menurutnya, komitmen untuk tidak anti-kritik telah ditegaskan secara tegas oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Ia menegaskan bahwa pihaknya justru terbuka terhadap masukan dan saran dari masyarakat, karena hal itu penting untuk terus memperbaiki kinerja kepolisian.

“Bapak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memang kerap menegaskan hal itu dalam setiap kesempatan, baik saat rapat internal maupun kunjungan kerja ke daerah,” ucapnya melanjutkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

StudioKctus.com