Laba goldman sachs anjlok London – Goldman Sachs Group Inc (GS.N) mencatatkan lonjakan penurunan laba bersih hingga 71,8% pada kuartal IV 2015, capaian terendah dalam empat tahun terakhir. Anjloknya laba itu berawal dari merosotnya pendapatan di hampir seluruh lini bisnis, mulai dari perdagangan hingga investasi perbankan, sehingga menekan kinerja keseluruhan perusahaan. Pembahasan ini menyoroti laba goldman sachs anjlok.
Selama periode tersebut, pendapatan bersih menyusut 5,4% menjadi US$ 7,27 miliar. Laba yang bisa diklaim pemegang saham biasa tercatat US$ 574 juta, setara US$ 1,27 per lembar saham—angka ini jauh melorot dibandingkan tahun sebelumnya yang masih mampu menghitung US$ 2,03 miliar, atau US$ 4,38 per saham.
Kepala Keuangan Goldman, Harvey Schwartz, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun lalu lini produk seperti kredit dan hipotek harus berjuang melawan hambatan yang cukup berat, sehingga kinerja divisi tersebut terasa tertekan.
Pendapatan divisi ekuitas Goldman Sachs menyusut 9% dibandingkan tahun lalu, menetap di angka US$ 1,75 miliar. Sementara itu, segmen perbankan investasi—yang mencakup penjaminan emisi obligasi maupun penawaran saham perdana—tumbuh 7,4% menjadi US$ 1,55 miliar, sehingga sedikit meredam pelemahan di lini ekuitas.
