Harga minyak wti turun Forextime mencatat bahwa harga minyak WTI kembali melemah. Penurunan ini terjadi setelah investor melakukan aksi profit taking saat harga mendekati level resisten psikologis US$35, yang dianggap sebagai titik penting dalam perdagangan. Pembahasan ini menyoroti harga minyak wti turun.
Level Minyak WTI kini menjadi sorotan utama para trader. Penutupan di atas US$ 35—atau bahkan cukup di atas US$ 34,75—akan memperkuat spekulasi bahwa tren turun mulai kehilangan tenaga, sekaligus membuka peluang bagi pembalikan arah yang bisa mendorong harga lebih tinggi dalam pekan-pekan mendatang.
Jameel Ahmad, Chief Market Analyst di FXTM, menyampaikan bahwa penurunan harga Minyak WTI sebesar 1 dolar AS—dari 34,75 dolar ke 33,35 dolar per barel—disebabkan oleh kekhawatiran pasar bahwa laporan persediaan minyak mentah Amerika Serikat pada pekan ini kembali menunjukkan lonjakan stok.
“Ini bisa memicu kekhawatiran baru soal betapa parahnya kelebihan pasokan minyak di pasar,” ujar Jameel.
Jameel menambahkan, meskipun aktivitas pengeboran minyak di Amerika Serikat telah menyusut ke level terendah sejak 2009, ia belum melihat adanya dampak yang signifikan terhadap jumlah persediaan minyak negara tersebut.























