Harga minyak wti tertinggi Gejolak harga minyak memang sudah lama menjadi salah satu penggerak utama ekonomi global, dan kali ini gelombangnya membawa angin segar. Eksportir minyak mentah dari berbagai penjuru dunia boleh berbesar hati: harga minyak WTI—yang selama hampir setahun terpuruk—akhirnya menembus level tertinggi dalam sepuluh bulan, yaitu US$50,85 per barel. Lonjakan ini tak hanya mengisi ulang kas negara-negara produsen, tapi juga menanam benih optimisme baru di pasar global bahwa tren pemulihan perlahan-lahan menguat. Pembahasan ini menyoroti harga minyak wti tertinggi.
Jameel Ahmad, Chief Market Analyst di FXTM, mengungkapkan bahwa ada beberapa alasan yang mungkin mendorong investor untuk membuka posisi beli. Di antaranya adalah potensi gangguan pasokan minyak di Nigeria, ekspektasi akan meningkatnya permintaan global, serta melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD).
Seluruh faktor ini, lanjutnya, menjadi lahan subur bagi penguatan harga minyak. “Kita juga wajib mencatat bahwa proyeksi pertengahan semester kedua 2016 dari sejumlah lembaga ternama menunjukkan stok minyak mentah dunia bakal menyusut tajam. Bila kecenderungan itu terus berlangsung, harga minyak dalam jangka menengah diprediksi akan makin melambung,” tuturnya.
Jameel meyakini, bahwa meskipin oversuplai minyak mentah di pasar global masih terus menimbulkan sentimen negatif, penutupan harga di atas level US$ 51 per barel pada akhir pekan perdagangan ini bisa menjadi sinyal awal pembalikan tren. Ia menilai, level tersebut berhasil ditembus setelah bertahan cukup lama di bawah resistance kunci, sehingga membuka peluang bagi minyak untuk menguat lebih jauh dalam beberapa pekan ke depan.
