Festival jazz ijen Ijen Summer Jazz 2017 kembali hadir, kali ini akan menghiasi malam pegunungan di panggung terbuka Amfiteater Jiwa Jawa Resort Ijen, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Tepat pada 6 dan 7 Oktober 2017, dentuman jazz akan menggema di udara sejuk ketinggian, memadukan irama lembut dengan panorama alam yang menawan. Pembahasan ini menyoroti festival jazz ijen.
Setelah sukses besar di tahun lalu, Ijen Summer Jazz kembali hadir dengan format baru yang kini dikenal sebagai Jazz Gunung. Festival ini tidak hanya menawarkan irama jazz yang melankolis, tetapi juga menghadirkan keajaiban alam: denting piano yang bergema di antara kabut, saxophone yang bercengkerama dengan angin gunung, serta dentuman drum yang seolah berirama dengan detak jantung Gunung Ijen itu sendiri.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menyajikan satu hiburan singkat, Ijen Summer Jazz kali ini hadir lebih mewah: dua malam berturut-turut dipenuhi denting piano, sapuan saksofon, dan ketukan drum yang menggelegar. Setiap harinya, empat formasi pilihan naik ke panggung secara bergantian, menyihir pendaki dan penduduk lokal sejak senja tenggelam sampai bintang menghilang di balik dinding kawah.
Hari pertama akan dibuka penampilan unggulan Student Jazz Banyuwangi yang menjanjikan energi tinggi. Setelahnya, Luanada akan naik ke panggung bersama Mathew Sayersz, menyajikan harmoni vokal yang melengkapi suasana malam. Tak lama berselang, Grup Nonaria hadir dengan Bonita, menutup rangkaian penampilan awal dengan nuansa berbeda nan menawan.
Sebagai penutup, hari pertama akan dimeriahkan oleh penampilan Sri Hanuraga Trio featuring Dira Sugandi. Mereka akan menghadirkan lagu-lagu tradisional dari berbagai daerah di Indonesia yang dibalut dengan sentuhan musik jazz, menciptakan harmoni yang unik dan menawan bagi penonton.
Hari kedua, panggung Ijen Summer Jazz kembali disambut oleh band pembuka yang berbeda dari sebelumnya, tetap menjalankan tradisi “unggulan festival Student Jazz Banyuwangi”. Setelah mereka memanaskan suasana, Tropical Transit asal Bali mengambil alih slot kedua dan membawa dentuman Bali yang lembut namun berenergi. Sesi berikutnya dipenuhi warna lokal: Bintang Indrianto Festival menata kembali lagu-lagu etnik Banyuwangi dengan sentuhan jazz yang segar. Ketika malam mulai dingin, penonton dikejutkan oleh penampil penutup—Vina Panduwinata hadir spesial ditemani musisi produsen handal Dian HP, menutup Ijen Summer Jazz 2017 dengan balada pop jazz yang syahdu hingga tengah malam.























