StudioKctus

Emas Turun US$20, Sentimen Pasar Masih Lesu

Emas turun pasar lesu Harga emas kembali menurun jelang publikasi data ketenagakerjaan luar pertanian. Sementara itu, dolar AS mulai menunjukkan tanda-tanda menguat terhadap berbagai mata uang utama, seiring penantian pada rilis Non-Farm Payroll (NFP) AS Jumat lalu. Kekuatan dolar inilah yang diyakini mendorong pelemahan emas sekitar 20 dolar AS dalam sehari. Pembahasan ini menyoroti emas turun pasar lesu.

Jameel Ahmad, Chief Market Analyst FXTM, mengungkapkan bahwa ia masih meragukan apakah hasil positif dari laporan NFP akan cukup meyakinkan bagi Federal Reserve untuk melanjutkan rencana penaikan suku bunga Amerika Serikat. Meskipun data ketenagakerjaan menunjukkan penguatan, skeptisisme ini muncul karena dinamika ekonomi yang kompleks dan risiko perlambatan global yang masih mengintai.

Menurutnya, data ketenagakerjaan yang dirilis Jumat ini harus benar-benar mengejutkan kuatnya—bukan sekadar bagus—baru bisa menimbulkan secercah optimisme bahwa The Fed akan mulai mempertimbangkan pelonggaran kebijakan pada pertemuan bulan depan.

Jameel meyakini bahwa para trader akan terus mengawasi level harga US$1.200 per troy ons emas sebagai titik kunci dalam menyusun strategi trading mereka. Batas psikologis ini, menurutnya, tidak hanya menjadi patokan entri dan exit, tetapi juga cermin sentimen pasar global; tembus atau bertahannya level tersebut bisa menentukan apakah tren penguatan akan berlanjut atau justru berbalik meluncur lebih dalam.

Intinya, Dolar harus benar-benar sangat kuat agar bisa menekan harga Emas turun di bawah US$ 1.200. Baru setelah level itu pecah, kita bisa mulai membahas potensi pergerakan lebih lanjut di bulan Maret, ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *