Seorang pria berusia 35 tahun yang putus sekolah ditangkap di Ahmedabad karena diduga tergabung dalam geng yang menipu lansia agar membayar ribuan rupee untuk pengobatan palsu yang diklaim bisa meningkatkan mobilitas mereka, demikian disampaikan polisi pada hari Senin.
Anggota kelompok itu, yang berpura-pura menjadi dokter dan ahli fisioterapi, membujuk lansia yang mengalami masalah mobilitas bahwa tubuh mereka mengandung “darah hitam”. Mereka meyakinkan korbannya bahwa sel darah beracun itu bisa dipisahkan dan diekstrak melalui pengobatan khusus yang mereka tawarkan. Setiap tetes “darah hitam” yang diklaim berhasil diambil, mereka tagih seharga 7.000 dolar.
Beberapa orang tertipu.
Penipuan itu terungkap setelah seorang manajer bank cabang pemerintah di Drive-in Road melaporkan ke unit kejahatan siber bahwa seorang pensiunan telah menarik uang dalam jumlah besar dari deposito berjangka selama dua hari berturut-turut.
Karyawan bank curiga ada yang tidak beres dan memberitahu manajer, yang kemudian melaporkannya ke polisi.
Tim kepolisian tiba di bank, meneliti rekaman CCTV, dan mencuatkan seorang pria yang mengawasi nasabah lanjut usia. Tersangka langsung ditangkap dan diperiksa, mengungkap modus penipuan. Uang sebesar 6,7 lakh dirupiahkan diamankan,” kata petugas Divisi Kejahatan Siber Ahmedabad.
Polisi telah mengidentifikasi tersangka sebagai Mohammad Amjad, 35 tahun, warga Anta, Kabupaten Baran, Rajasthan. Menurut polisi, ia hanya sempat bersekolah hingga kelas 6.
Dia mengaku kepada polisi bahwa sasaran mereka adalah lansia yang tinggal sendiri dan kesulitan berjalan. Para tersangka mendekati calon korban di pasar, rumah sakit, tempat ibadah, serta tempat umum lainnya, sambil menawarkan pengobatan.
Polisi menyatakan bahwa geng itu membujuk para korban dengan mengatakan bahwa rasa sakit, kelumpuhan, atau kesulitan berjalan disebabkan oleh adanya “darah hitam” dalam tubuh mereka.
Setelah yakin, “dokter-dokter” itu mendatangi korbannya di rumah, mengambil darah yang mereka klaim beracun.
Polisi kota menyatakan dalam siaran pers bahwa para korban diberi tahu bahwa setiap tetes yang dicabut akan menyembuhkan kondisi mereka, dan mereka dikenai biaya 7.000 dolar per tetes.
Sementara korban sedang dirawat, kelompok itu mengawasi setiap gerak dan transaksi banknya. Dalam kasus ini, tersangka berhasil meminta korban mencairkan 4 lakh rupee, lalu 2,7 lakh rupee lagi.
Polisi menyatakan tengah mengejar anggota geng lainnya yang berpura-pura menjadi insinyur, dokter, dan paramedis.









