Kota Panama (Reuters) Mahkamah Agung Panama pada malam Kamis membatalkan kontrak pelabuhan penting yang dibuat oleh perusahaan induk Hong Kong CK Hutchison, menyatakan kontrak-kontrak itu tidak konstitusional dan membuat masa depan operasi di sepanjang Saluran Panama tidak jelas.
Panama Ports Company, sebuah anak perusahaan CK Hutchison, memiliki kontrak sejak tahun 1990-an untuk mengoperasikan terminal kontainer di pintu masuk Pasifik dan Atlantik ke kanal, terlepas dari operasi hidroil.
Keputusan itu muncul di tengah persaingan yang meningkat antara AS dan China dalam rute perdagangan global, dengan sekitar 5% dari perdagangan maritim global melalui Terusan Panama, dan dilihat sebagai kemenangan bagi Washington, di mana Presiden Donald Trump bersikeras untuk membatasi pengaruh Cina dan meningkatkan kontrol Amerika atas hidrowa.
Para kritikus perjanjian yang telah diperpanjang dalam beberapa tahun terakhir mengklaim bahwa mereka tidak konstitusional dan menempatkan Panama dalam posisi yang kurang menguntungkan.
Keputusan Mahkamah Agung bisa memaksa Panama untuk merestrukturisasi kerangka hukum yang diperlukan untuk mempertahankan kontrak operasi pelabuhan dan berpotensi membuka kembali pintu untuk tender terminal baru.
(Pernyataan)









