Sarjana Emas S. Iman Martin hampir saja menolak hadir di momen pernikahan Gerry Turner dan Theresa Nist, tepat sebelum pasangan itu mengucapkan “saya bersedia”.
“Malam itu saya sempat berniat berdiri di tengah resepsi dan menolak langsung,” ujar Faith di episode iHeartRadio podcast “OG yang Hampir Terkenal”, Jumat, 16 Januari. “Bayangkan saja, keinginan itu besar sekali, tapi saya yakin produser bakal marah besar kalau saya benar-benar melakukannya.”
Pembawa acara podcast sekaligus mantan peserta Lajang, Trista Sutter, kemudian bercanda bahwa produser kemungkinan turut campur, sambil berkata, “Tapi mereka pasti juga akan bilang, ‘Ini adalah momen.’”
Confidence—salah satu dari tiga finalis wanita di musim Gerry 2023—mengaku masih bisa berbicara langsung dan pribadi dengan sang mantan.

Belief Martin: Hubungan Gerry-Theresa Dinamis, Tapi Membingungkan
Faith Martin dari Sarjana Emas angkat bicara soal hubungannya dengan pasangan pengantin baru, Gerry Turner dan Theresa Nist. Menurutnya, dinamika di antara mereka tergolong “membingungkan”. Faith mengaku masih sering berbicara di telepon dengan Gerry dan Theresa saat keduanya dikonfirmasi menjalin hubungan, dan ia sendiri sudah mengetahui rencana mereka sebelumnya. “Saya sayang mereka berdua,” ujarnya singkat.
Ia langsung menangkal bahwa Gerry masih ragu apakah menikah memang langkah yang tepat.
Belief mengingat momen itu dengan jelas. “Dia bilang, ‘Saya nggak mau melakukannya, rasanya terlalu sibuk hari ini, kayaknya nggak perlu deh.’ Saya langsung menjawab, ‘Ya udah, jangan dilakukan.’ Tapi dia melanjutkan, ‘Kamarku sudah beres, ini keputusan pribadi, saya yakin harus jalan.’ Saya kembali menegur, ‘Jangan. Cerita saja ke Theresa, siapa tahu dia merasa sama.’”
Gerry dan Theresa mengucap janji suci pada Januari 2024 di La Quinta Resort & Club, Palm Springs, California. Acara pernikahan mereka yang diproduksi untuk televisi disiarkan langsung di ABC dan dipandu oleh Susan Noles, sosialit favorit penggemar.
Tiga bulan berselang, keduanya mengonfirmasi di acara Selamat Pagi Amerika bahwa perceraian memang benar-benar terjadi.

Hampir dua tahun berlalu, Belief masih mengingat jelas perasaannya saat ikut merayakan pernikahan Gerry dan Theresa.
“Saya hampir tidak tidur selama empat hari saat acara pernikahan berlangsung,” ujarnya dalam podcast terbaru. “Saya merasa dibuang karena tahu terlalu banyak. Duduk di tepi tempat tidur, mata terjaga, saya bergumam, ‘Ya Tuhan, ini seperti menonton sinetron di layar kaca—tapi versi nyata yang tak ada yang tahu aktingnya. Lebih mengganggu dari drama kecil yang saya alami sendiri.’ Sungguh aneh.”
Ketika acara televisi itu disiarkan, kamera sempat mengabadikan momen Confidence menitikkan air mata di tengah upacara. Ia kemudian menjelaskan, perasaan harunya berawal dari “banyak alasan” yang memenuhi kepala dan hatinya saat itu.
“Saya menangis karena pria yang saya cintai menikahi wanita lain. Saya ragu dia benar-benar mencintainya, meski dia mengaku demikian,” ujarnya. “Cukup lama saya mengenal Theresa, dan yakin bahwa hubungan mereka tak akan berjalan mulus. Itulah yang saya rasakan saat itu.”
Dalam buku yang akan terbit November 2025 berjudul “Tahun Emas”, Gerry bercerita lebih jauh soal perceraiannya. Saat membaca bagian pribadi di depan audiens, ia membenarkan bahwa malam sebelum lamaran ia sempat bicara dengan Belief dan merasa “terperangkap” dalam situasi tersebut.
Gerry Kita mengaku ia sudah melakukan hal yang menurutnya tepat, meski ia sendiri tak merasa bahagia atas keputusan itu. “Sebagian besar isi buku ini memang curahan perasaan saya di momen tertentu—catatan kebenaran sesaat. Saya bisa berubah pikir, tapi itu sekadar pemikiran kedua yang biasa dialami siapa pun, tak perlu diteriakkan,” ujarnya dalam edisi sampul Oktober 2025.
Gerry-Theresa Taklukkan Tuntutan Emas Pernikahan
Kabar terbaru datang dari pasangan Gerry dan Theresa: mereka diklaim sudah memenuhi tuntutan emas dalam prosesi pernikahan mereka.
Theresa merespons ungkapan hati Gerry dalam pernyataan Kita yang berbunyi: “Saya miris membayangkan dia merasa kosong dan terperangkap. Saya berharap ia mau berbicara jujur dan mengakhiri semuanya. Setidaknya kini saya paham mengapa ia berulang kali menyakitkan saya. Satu hal yang ingin saya sampaikan: orang yang tinggal di rumah kaca tak seharusnya melempar batu. Saya tetap mendoakan yang terbaik untuknya.”
Sampai kini, Belief memilih tak berpihak. Ia meyakini kedua belah pihak punya alasan dan perasaan yang sah atas situasi yang terjadi.
“Saya mendengar penuturan Theresa dan juga cara Gerry menyampaikan versinya,” tuturnya. “Menurut saya, keduanya tengah menyuarakan kejujuran masing-masing. Mereka bercerita berdasarkan sudut pandang pribadi, latar belakang, serta pemicu yang pernah mereka alami. … Saya menyayangi keduanya; saya yakin perasaan dan pengalaman mereka sama-sama nyata dan bisa dipahami.”









