Penulis : Herwan toni
SBNews – Lampung Timur I PKH adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan bagi anggota keluarga RTS diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Program ini, dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban RTSM dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan.Pelaksanaan PKH juga mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium.
Lima Komponen Tujuan MDG’s (Milenium Development Goals) MDG’s dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “Tujuan Pembangunan Milenium”, yang merupakan sebuah paradigma pembangunan global yang dideklarasikan Konferensi Tingkat Tinggi Milenium oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada bulan September 2000.
Program PKH akan membantu yaitu Pengurangan penduduk miskin dan kelaparan,Pendidikan Dasar; Kesetaraan Gender; Pengurangan angka kematian bayi dan balita,Pengurangan kematian ibu melahirkan.
Pantauan Sbnews dilapangan,
Proses pendataan atau very vikasi data warga yang akan mendapatkan bantuan program keluarga harapan tersebut di kecamatan Gunung Pelindung Lampung Timur yang dilakukan oleh pendamping PKH setempat , Diduga kurang tepat sasaran dan tidak melibatkan pamong desa dan kecamatan.
Sailan Warga dusun 9 Desa Pempen
mengatakan bahwa, Pendataan PKH didesanya diduga kurang tepat sasaran dan tidak merata.”Didesa Pempen , Very vikasi atau pendataan tidak merata dan kurang tepat Sasaran , Orang yang semestinya layak untuk dapat bantuan tersebut tidak dapat bantuan dan orang yang semestinya tidak dapat karena mampu justru mendapatkan bantuan itu ” Ujar Sailan Selasa Sore (21/11/2017)
Ia juga menambahkan bahwa verivikasi data tersebut tidak melibatkan kepala desa beserta pamong Desa Namun
bila ada persoalan.
Maka Kepala Desa dan Pamong Desa yang menjadi sasaran tempat warga menumpahkan rasa kekecewaan
” Verivikasi data Ini tidak melibatkan kepala desa dan pamong.Bila terjadi Kesalahan kami pamong desa yang jadi sasaran tempat warga menumpahkan rasa kecewa ” Tambahnya yang diamini oleh beberapa rekan pamong lainnya.
Saat berbincang- bincang dengan awak media ini dibalai desa setempat (21/11/2017).. Remin ,S.sos Salah seorang Kasi di kecamatan Gunung Pelindung Mengatakan .
“Pendataan tersebut tidak melibatkan kami dari kecamatan “Jelasnya.
Tampaknya hal serupa juga terjadi di Desa-desa yang ada di Kecamatan Labuhan maringgai. Toni Warga Desa Labuhan Maringgai Mengatakan.
Ia mempunyai 3 anak yang saat ini sekolah dan 1 Balita akan tetapi ia dan anak-anaknya tidak mendapatkan bantuan tersebut
” Saya punya 3 anak sekolah dan 1 balita akan tetapi keluarganya dan anak-anaknya tidak mendapatkan bantuan tersebut ” Saya punya 3anak sekolah dan 1 balita,Tetapi Alhamdulilah kami sekeluarga tidak mendapatkan bantuan tersebut Namun Saya bersyukur karena saya masih diberikan Allah Kemampuan Untuk bekerja serta berusaha Untuk mencukupi kebutuhan hidup kami sehari hari dan membiayai anak sekolah,”
Tegasnya.
Toni juga menambahkan berkenaan dengan hal tersebut ,Dirinya sudah berulang kali menyampaikannya ke pendamping PKH Desa ,Kecamatan bahkan kedinas Sosial kabupaten Tetapi Tetap saja tidak ada hasilnya dan keluarga saya tetap tidak mendapatkan bantuan program tersebut” Tambahnya.
”Mungkin ,Program ini bukan untuk keluarga seperti kami,Memang terasa sangat sedih ,Orang Lain Dapet kok kami gak dapat,Mungkin kah program ini diduga hanya diperuntukkan
untuk warga dan keluarga yang mampu!”pungkasnya.





















