Selasa, 20 Januari 2026 15h21 WIB
Bogor, hidupDi belakang koridor sempit dari sebuah tambang emas di daerah Pongkor, Bogor Regency, Jawa Barat, ada tiga warga lainnya yang diduga terjebak dan membutuhkan bantuan segera.
Baca juga:
Setelah kita mengetahui mengapa harga emas terus naik, ternyata ini adalah pemicu
Tim Penyelamatan Basarnas dari Kantor SAR Jakarta, bersama dengan Basarnas Special Group (BSG), ditugaskan untuk melakukan evakuasi di lokasi tambang, yang dikenal telah lama ditutup oleh PT Aneka Tambang (Antam).
Kepala kantor SAR di Jakarta sebagai koordinator SAR (SMC), Desiana Kartika Bahari, mengungkapkan bahwa tahap penanganan dimulai karena asap dari penggalian tambang dideteksi pada jam-jam awal Selasa, 13 Januari 2026.
Baca juga:
Kehilangan WO Ayu Puspita terus meningkat!
Kami segera melakukan evaluasi di tempat kejadian dan mengumpulkan informasi akurat dari saksi dan administrasi PT Antam dari Minggu, 18 Januari, Senin, 19 Januari 2026, kemarin malam, kata Desiana dalam sebuah pernyataan pada Selasa, 20 Januari 2026.
Basarnas memperoleh informasi penting dari testimonial beberapa penambang yang berhasil menyelamatkan diri.
Baca juga:
Kabasarnas terbuka, korban ATR 42-500 diperkirakan di bawah sebuah batuan yang tinggi 500 meter
Dasar pada hasil evaluasi awal, diketahui bahwa area pertambangan adalah tempat PT Antam menutup, katanya.
Karena tidak lagi dikelola oleh PT Antam, kondisi di area pertambangan dianggap sangat berisiko. Pemeriksaan lebih dalam menunjukkan bahwa struktur terowongan tidak stabil, ada cuaca di banyak tempat dan kualitas udara tidak sesuai untuk bernapas.
Situasi ini memaksa tim SAR untuk menggunakan peralatan khusus, mulai dari alat pernapasan mandiri (SCBA) hingga peralatan evakuasi di ruang terbatas. Tantangan ini lebih sulit karena jalan di tambang sangat sempit, dengan diameter hanya sekitar satu meter.
Proses ini dilakukan untuk mengidentifikasi risiko potensial sebelum melakukan operasi SAR, katanya.
Untuk mempercepat pencarian, operasi SAR saat ini dibagi menjadi dua tim. Satu tim fokus pada melakukan pencarian langsung di dalam sumur tambang, sementara tim lainnya siap untuk evakuasi dan perawatan medis.
Operasi SAR ini melibatkan Tim Penyelamatan Basarnas bersama dengan Tim Respon Darurat (ERT) PT Antam Pongkor dengan dukungan peralatan SAR yang tepat, katanya.
Di sisi lain
Berdasarkan informasi sementara, Basarnas memperkirakan masih ada tiga penduduk di daerah tambang.























