Selasa, 20 Januari 2026 14h WIB
JakartaKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Tri Winarno, bertujuan bahwa Penghasilan Non-Pajak Negara (PNBP) dari Sektor Mineral Dan Batubar (mineral) pada tahun 2026 mencapai Rd 134 miliar.
Baca juga:
Mercedes-Benz memulai kembali produksi mobil listrik
Ia menjelaskan bahwa target PNBP meningkat dari target RID 124,7 triliun untuk 2025, meskipun ada pengurangan produksi batubara dan nikel melalui Rencana Kerja dan Anggaran 2026 (RKAB).
Namun, Tri percaya bahwa kenaikan harga berbagai bahan baku seperti tin, nikel dan emas akan menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung pemenuhan target mineral dan batubara PNBP.
Baca juga:
Mencapai IDR 1,931 triliun, Rosan: Pelaksanaan investasi pada 2025 melebihi target
“Kami juga berpikir tentang hal ini. Ini berarti harga juga naik sekarang, kan? Lalu ada beberapa komoditas lain, seperti tin, yang juga naik, kemudian nikel, emas dan sebagainya. Jadi saya harap itu akan berhasil”, kata Tri, dikutip pada Selasa, 20 Januari 2026.
Ia percaya bahwa meskipun ada pengurangan produksi, tujuan PNBP masih dapat dicapai melalui kombinasi penguatan pengawasan dan peningkatan tata kelola di sektor pertambangan dan batubara.
Baca juga:
ESDM yang disetujui oleh RKAB pada 2026, Vale menjamin kelangsungan operasi dan investasi dalam jangka panjang
“Ini bukan hanya soal harga, tapi juga terkait dengan pengawasan dan manajemen.
Tri mengatakan partai mereka juga akan mempersiapkan skenario lain jika harga komoditas mengalami penurunan atau penurunan.
Untuk informasi, data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan bahwa PNBP di sektor mineral dan batubara pada tahun 2025 akan mencapai RDR 138,37 miliar, melebihi target APBN yang sebelumnya ditetapkan pada RDR 127,44 miliar.
Namun, total nilai ESDM PNBP pada 2025 akan mencapai IDR 243,41 miliar, yang kurang dari target IDR 255,5 miliar.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebelumnya mengatakan bahwa itu akan mengurangi produksi batubara menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026, penurunan hampir 200 ton dari produksi batumbara pada 2025, 790 juta ton.
Ban radial diharapkan akan mendominasi pasar Indonesia
Sailun optimis bahwa ban radial akan mendominasi pasar Indonesia. Pabrik baru di Demak adalah kunci untuk ekspansi, memperkuat produksi dan distribusi ban untuk berbagai segmen.

VIVA.co.id
19 Januari 2026























