Tangsel,
siber.news | Proyek Pembangunan saluran drainase perkotaan yang terletak di Jl. Villa Melati Mas Kecamatan Serpong disinyalir dikerjakan tidak sesuai yang tertera di dalam spesifikasi kontrak kerja.
Terlihat, proyek saluran air jenis U-dith tengah terpasang dengan kedalaman galian kurang dari 120 centimeter, sehingga U-dith tersebut tampak lebih tinggi sehingga berpotensi mengurangi volume material Pedistrian, tepatnya di bagian cover atau tutup drainase jenis Bondek.
Dikonfirmasi, seorang pekerja di proyek dirinya, mengamini, bahwa kedalam galian drainase itu tidak mencapai 120 centimeter, sebab, kata dia, kondisi tanah banyak kabel listrik dan pipa saluran air PDAM.
” Iya betul, kedalaman tidak mencapai 120 centimeter, paling 80 centimeter, karena di dalam tanah ini banyak kabel listrik, dan pipa saluran air PDAM, tapi sudah kami hitung, dan sudah kami sampaikan ke dinas, masih bisa untuk Bondek, LC (Lantai Cor), Agregat dan Paving Blok T8, soal ini, kita akan sesuaikan dengan tingginya Kastin,” kata seorang pekerja di proyek.
Sebelumnya, pada saat awak media datang ke lokasi proyek drainase di Jl. Villa Melati Mas tidak terlihat papan proyek sebagai identitas proyek tersebut bersumber dari APBD Pemkot Tangsel 2025.

Dikonfirmasi, Wahyu selaku Konsultan Pengawas dari PT. Mugi Reka Perdana mengatakan bahwa proyek ini tengah berjalan selama dua pekan, dirinya tak menampik bahwa pekerjaan yang diawasinya belum terpasang papan proyek dan rambu-rambu untuk pengguna jalan.
Selain itu, Wahyu mengatakan bahwa saluran drainase jenis U-dith tersebut pada pengerjaannya tidak menggunakan alas kerja, sebab kata dia, alas kerja itu tidak ada atau tidak tertuang dalam gambar.
” Memang betul, rambu-rambu K3 kurang maksimal itu, dan untuk alas kerja tidak ada, kalau U-dith ini renggang sebab dibawahnya, ada pipa air dan kabel listrik,” katanya.
Sebagai konsultan pengawas, dirinya mengaku kerap mengingatkan Pelaksana untuk memasang papan proyek dan rambu-rambu K3 bagi pengguna jalan. ” Tugas saya di pengawasan, saya kerap memeberikan teguran agar segera memasang papan proyek serta memaksimalkan rambu-rambu K3,” tandasnya.
Sehari setelah dikontrol oleh media, papan proyek tersebut, esoknya papan proyek terpasang di tembok, dan sejumlah rambu-rambu untuk mengingatkan pengguna jalan tengah dibuat.
Berdasarkan, papan proyek, pembangunan drainase dan pedistrian bersumber dari APBD 2025 diawasi oleh Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi Kota Tangerang Selatan, dengan anggaran Rp. 9.513.108.000,00, yang dikerjakan oleh CV. Anugerah Abadi.























