StudioKctus
Berita  

Noel Ebenezer Tak Akan Minta Prabowo Batalkan, Ini Alasannya

Senin, 19 Januari 2026 14h16 WIB

Jakarta 2024-2025 Wakil Menteri Sumber Daya Manusia Immanuel (Noel) Ebenezer Gerungan mengakui bahwa ia tidak akan mengusulkan pengangkatan Presiden Prabowo Subianto dalam hubungan dengan dugaan pemerasan dalam kasus pemrosesan sertifikat K3 di mana ia dituduh.

Baca juga:

Noel Ebenezer berjanji untuk merobohkan partai politik dan organisasi massa yang terlibat dalam kasus pemerasan K3 minggu depan

“Presiden tidak harus dipenuhi hak-hak tersebut. Presiden harus hanya fokus pada pekerjaan rakyatnya”, kata Noel saat berkumpul di depan sidang penuntutan di Jakarta Central District Court, Senin, 19 Januari 2026.

Mantan Wakil Menteri Sumber Daya Manusia, Immanuel Ebenezer muncul bertopeng ketika dia ditanyakan oleh Komisi Anti Korupsi.

Baca juga:

Pakar: Hakim pasti akan memberikan kondisi persaingan yang adil ketika datang ke audit korupsi laptop Nadiem

Dia mengatakan bahwa apa yang didakwa dalam kasus ini adalah penulisnya, jadi dia merasa harus bertanggung jawab.

Pembatalan adalah prerogatif Presiden untuk menghentikan semua proses pidana terhadap seseorang atau sekelompok orang yang diadili sebelum keputusan pengadilan menjadi permanen setelah pertimbangan oleh Dewan Perwakilan Indonesia (DPR).

Baca juga:

Immanuel Ebenezer dituduh mengekspor Rp 6,5 miliar dari pelamar sertifikasi K3 dari Kementerian Sumber Daya Manusia

Noel merasa bahwa Presiden Prabowo tidak seharusnya menangani masalah kecil seperti kasusnya, jadi tidak ada komunikasi antara dia dan tim presiden tentang permintaan pembatalan.

Presiden khawatir tentang bangsa ini, negara ini lebih penting dari kasus seperti ini. Selain itu, kita melihat organisasi yang dikumpulkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai penting, katanya.

Dia berharap organisasi ini dapat ditahan karena dianggap didasarkan pada kebohongan dan tidak ingin penegakan hukum didasarkan pada kebohongan.

Selain itu, lanjutnya, presiden mengatakan berulang kali bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak berhasil menangani kasus korupsi karena korupsi ditangani melalui penahanan dan bukan pencegahan.

“Sekarang mereka memanggil saya raja, ya, saya adalah raja. Saya memerintahkan semua kementerian untuk melakukan korupsi secara massal, itulah sebabnya berita itu legal”, kata Noel.

Dalam kasus dugaan pemerasan terkait pemrosesan sertifikat K3 di Kementerian Sumber Daya Manusia, Komite Anti Korupsi (KPK) menduga bahwa Immanuel Ebenezer dan 10 tersangka melakukan pemerasan terkait pemrosesan sertifikat K3 di Kementerian Sumber Daya Manusia senilai Rp 201 miliar.

Dalam penyelidikan kasus ini, khususnya dari identifikasi oleh para penyelidik melalui laporan tersangka, dugaan pemerasan mencapai Rp 201 miliar untuk periode 2020-2025, juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 18 Desember 2025.

Budi mengatakan bahwa angka ini tidak termasuk sumbangan uang atau bentuk seperti mobil, sepeda motor, fasilitas untuk pergi ke Hajj, Umrah, dll.

Di sisi lain

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.