Luapan Sungai Cipunten Labuan Diduga Akibat Tumpukan Kapal Nelayan
Pandeglang, SBNews.co.id – Luapan Air Sungai Cipunten Agung kecamatan Labuan, hingga terjadinya banjir yang merendam sebagian warga Tiga desa itu diduga karena diakibatkan oleh sebagian terhalangnya aliran sungai tersebut oleh tumpukan perahu atau kapal nelayan yang rusak akibat hempasan ombak Tsunami tempo hari lalu, dan warga meminta kepada para pemangku kepentingan agar segera menangani atau memberikan solusi yang baik, tepat dan cepat.
Tumpukan perahu atau kapal nelayan yang rusak hingga mngakibatkan tersendatnya aliran sungai tersebut menjadi sorotan sebagian warga korban banjir di wilayah kecamatan Labuan kabupaten Pandeglang – Banten.
Pasalnya, tumpukan perahu atau kapal nelayan itu diduga yang mengakibatkan sungai Cipunten Agung Labuan meluap hingga merendam hunian warga di Tiga desa, karena luapan air yang begitu tinggi baru terjadi kemarin setelah terjadinya bencana Tsunami Selat Sunda, dan sebagian luapan air tersebut akibat tumpukan kapal nelayan yang membuat macet aliran sungai itu.
“Setelah air mulai surut, saya lihat banyak bangkai kapal nelayan yang menutupi aliran sungai itu, maka wajar jika warga menduga luapan air sungai yang merendam Rumah-rumah warga diduga salah satu penyebabnya diakibatkan oleh tumpukan perahu dan kapal nelayan yang rusak akibat tsunami, hingga menutupi aliran sungai itu,” tutur salah seorang warga desa Labuan yang enggan ditulis namanya.
Menyimak dari percakapan melalui Medsos, sebagian warga desa Labuan dan desa Kalanganyar kecamatan Labuan yang menggunakan fasilitas aplikasi facebook, menduga terjadinya banjir yang begitu luas akibat aliran sungai yang tersendat perahu rusak, Selain itu juga, salah seorabg warga net itu sudah melaporkan atau menyampaikannya kepada pihak Koramil setempat.
“Tadi kita sudah kordinasi dengan pihak koramil, dan mengungkapkan bahwa tim sudah menawarkan kepada warga yang memiliki perahu agar unit ditarik dengan alat berat, tatapi para pemilik perahu itu tidak bersedia, dikarenakan bila ditarik dengan alat dikhawatirkan unit perahu jadi rusak, sehingga aparat tak berani ambil resiko, karena bila unit rusakdan minta ganti rugi siapa yang bertanggungjawab, kata mayor Feri tadi siang,” ujar salah seorang pengguna Aplikasi facebook. (Irf)























