“Pelantikan sejumlah pengurus Kadin Paradigma itu silahkan saja, karena kami tak peduli. Hanya saja kami menyayangkan terhadap tokoh sekaliber Pak Dimyati berperilaku seperti itu. Padahal baiknya beliau dan Jajaran MUSPIDA Kabupaten Pandeglang harusnya membina Kadin yang ada sesuai perintah Undang – undang. Acara pelantikan tersebut menurut kami sarat muatan politik diahir kepemimpinan Istri Pak Dimyati. Kasihan masyarakat pandeglang sudah tertinggal dari daerah lain, sekarang para pelaku usaha dijadikan ajang adu domba,” ujar Haetami seraya menuturkan, kalau orang yang sempat menjadi Bupati Pandeglang 2 periode itu pun dinilai ‘Nyeleneh’.
“Tindakan Pa Dim aneh dan nyeleneh, bahkan terkesan meremehkan lembaga-lembaga yang ada. Mentang-mentang sedang berkuasa, jadi bisa berbuat semau Gue,” tandasnya
Hal senada pun disampaikan Ketua Kadin Indonesia Kabupaten Pandeglang Periode 2015 /2020, H Muradiguna ketika ditemui di kediamannya, Jumat (27/12/2019) sekira Pukul 19.30 WIB, mengaku tidak mempermasalahkan terhadap pelantikan sejumlah pengurus Kadin Paradigma Baru di Kabupaten Pandeglang. Karena kata dia, toh Kadin Paradigma bukanlah Kadin Indonesia.
Disinggung, masuknya beberapa orang pengurus Kadin Indonesia yang masuk dan terdaftar di Kadin Paradigma, menurutnya tidak juga masalah, karena itu juga merupakan hak yang bersangkutan untuk masuk atau tidaknya bergabung di Kadin Indonesia, kendati seharusnya yang bersangkutan terlebih dulu menyatakan pengunduran diri dari kepengurusan Kadin Indonesia.
“Soal pengurus Kadin Indonesia yang masuk menjadi pengurus Kadin Paradigma itu hak mereka. Tapi tentunya hal itu juga diatur dalam AD/ART, Kadin Indonesia,” cetus Murad
“Waktu hari Selasa (24/12) kemarin bertempat di Aula Kantor Kadin Pandeglang, saya dan pengurus Kadin Indonesia Kabupaten Pandeglang melaksanakan Rapat Koordinasi yang diantaranya membahas seputar persiapan Mukab mendatang,” ujarnya. (Irf)





















