StudioKctus
Berita  

Kontraktor dan Konsultan Pengawasan Absen, Proyek Gedung Sarpras Pasar Kemis Diduga Tak Optimal

Kontraktor dan Konsultan Pengawasan Absen, Proyek Gedung Sarpras Pasar Kemis Diduga Tak Optimal
Kontraktor dan Konsultan Pengawasan Absen, Proyek Gedung Sarpras Pasar Kemis Diduga Tak Optimal

Tangerang,

siber.news | Proyek Pembangunan Gedung Menunjang Sarpras Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang kini tengah dikerjakan oleh CV. Fafindo (Faras Fawwazindo) dengan total anggaran sebesar Rp. 3.426.804.600,00, bersumber dari APBD tahun 2025 yang diawasi oleh Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (5/8/2025).

Berdasarkan pantauan awak media, struktur proyek gedung tersebut telah mencapai kurang lebih 35 persen. Namun sayangnya, pengerjaan para pekerja tidak diawasi secara optimal oleh pihak Konsultan Pengawasan, diduga konsultan pengawasan tidak pernah datang, akibatnya para pekerja tak ada yang mengenalinya.

Dikonfirmasi Anto sebagai wakil mandor di proyek itu, dia mengaku bahwa dirinya hanya mendampingi dan mengawasi para pekerja yang mengerjakan proyek ini.

” Saya hanya bekerja disini, sebagai wakil mandor, kebetulan mandor tidak ada di proyek seminggu lalu, untuk koordinasi media bisa menghubungi pak Aan, begitu katanya, saya juga belum pernah ketemu dengan pak Aan,” kata Anto di lokasi proyek.

Ketika Anto ditanya soal ukuran besi kolom praktis, dia menjawab bahwa besi yang digunakan adalah besi ukuran diameter 16 ulir dan bagian atas besinya di campur dengan ukuran besi diameter 13 ulir.

” Besi kolom berjumlah 8 batang dengan ukuran besi diameter 16 ulir untuk bagian bawah, dan untuk atas di campur besi diameter 13 ulir dengan cicin 20 centimeter dengan ukuran besi diameter 10 polos,” ujarnya.

Namun yang paling mengejutkan, ketika ditanya Pelaksana dan Konsultan Pengawasan, Anto mengaku selama mengerjakan proyek Gedung Menunjang Sarpras Kecamatan Pasar Kemis, dia mengaku tak pernah bertemu di lokasi proyek.

” Saya tidak tahu dengan pelaksana dan konsultan pengawasan, tidak pernah ke lokasi proyek semenjak bekerja disini, saya hanya bertemu dengan pengawas dari dinas (wanita), katanya sih dah sesuai,” dalil dia.

Diduga pengerjaannya tidak optimal, lantaran dikerjakan oleh kontraktor dan konsultan pengawasan yang diduga tidak profesional, bahkan terindikasi terkait tenaga ahli (TA) teknik sipil maupun TA K3 yang ada dalam kontrak kerja. Kontraktor disinyalir hanya pinjam. Wajar jika tidak pernah ditemukan di lokasi proyek

Dikonfirmasi Aan Amsori yang disebut oleh pekerja di lokasi proyek, Aan mengaku bahwa dirinya sebagai penyimak di lokasi proyek Pembangunan Gedung Sarpras Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Lucunya lagi, kedatangan sejumlah media ke lokasi proyek pembangunan gedung sarpras untuk melakukan kontrol sosial, malah di anggap lain, bahkan Aan meminta kepada media untuk absen dulu. ” rekan yang hadir ke proyek kita respon, absen aja dulu, lagi ngejar progres,” jelas Aan.

Ucapan Aan yang mengklaim, dirinya memiliki tugas penyimak dari CV. Fafindo, masih menjadi pertanyaan sejumlah awak media. Sebab, menurut awak media bahwa jabatan sebagai penyimak proyek baru kali ini mereka mendengarnya.

Karena Aan enggan memberikan kontak nomor Kontraktor, akibatnya hingga berita ini dikirim ke redaksi, awak media belum mendapatkan tanggapan dari Kontraktor dan Konsultan Pengawasan serta Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.