Hari Rabu, 21 Januari 2026 19h44 WIB
JakartaGubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat menjadi kisaran 4,9 hingga 5,7 persen pada 2026, didukung oleh peningkatan permintaan domestik.
Baca juga:
Perry Warjiyo mengakui mengajukan tiga nama calon wakil gubernur BI, termasuk keponakan Prabowo
Hal ini, katanya, sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah dan dampak positif yang terus berlanjut dari kombinasi kebijakan bank sentral untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Kefektifitas berbagai program stimulus pemerintah perlu ditingkatkan pada tahun 2026 untuk mendukung konsumsi keluarga dan pekerjaan, kata Perry pada konferensi pers pada Rabu, 21 Januari 2026.
Baca juga:
Anindya Bakrie mendukung integrasi pertumbuhan hijau dalam ekonomi Indonesia dalam membership OECD yang cepat
Gubernur BI, Perry Warjiyo
Menurutnya, perlu meningkatkan efektivitas berbagai program stimulus pemerintah pada tahun 2026 untuk mendukung konsumsi rumah tangga dan pekerjaan.
Baca juga:
Kepala BI mengungkapkan alasan tren penurunan rupiah terhadap dolar AS
Investasi juga diperkirakan akan lebih tinggi, didukung oleh program prioritas pemerintah yang terus berlanjut, termasuk sumber daya alam bawah (SDA).
Bank Indonesia terus memperkuat kombinasi kebijakan mereka, memperkuat gabungan sistem moneter, makroprudensial dan pembayaran, yang sangat sejalan dengan kebijakan stimulus pajak dan real sector pemerintah untuk mendukung pertumbuhan yang lebih tinggi dan lebih tahan lama, kata Perry.
Namun, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan lebih tinggi di kuartal keempat 2025, didukung oleh peningkatan permintaan domestik, konsisten dengan peningkatan kepercayaan bisnis dan peningkatan stimulus pajak.
Berdasarkan area bisnis (VDJ), LU utama seperti LU manufaktur, LU barang dan jasa ritel dan LU informasi dan komunikasi menunjukkan kinerja positif.
Secara khusus, pertumbuhan ekonomi yang tinggi terjadi di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti oleh Jawa dan Kalimantan, didorong oleh peningkatan permintaan domestik.
Pengembangan ekonomi total di 2025 diperkirakan berkisar antara 4,7 dan 5,5 persen, katanya.
![]()
BI Boss menunjuk calon wakil gubernur sebagai salah satu faktor dalam kerentanan rupiah
Perry mengatakan salah satu faktor di balik kelemahan rupiah adalah munculnya sentimen negatif pasar di sekitar proses pencalonan wakil gubernur BI yang sedang berlangsung.

VIVA.co.id
21 Januari 2026























