StudioKctus
Berita  

Kasepuhan Kesti TTKKDH Banten Tolak Mubes V demi Cegah Perpecahan

Kasepuhan Kesti TTKKDH Banten Tolak Mubes V demi Cegah Perpecahan
Kasepuhan Kesti TTKKDH Banten Tolak Mubes V demi Cegah Perpecahan

Banten, Siber I Cegah perpecahan, Para Kasepuhan Kebudayaan Seni tari dan Silat Indonesia Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (KESTI TTKKDH) Provinsi Banten lakukan penolakan terhadap Musyawarah Besar (MUBES) ke V yang akan diselenggarakan sabtu (20/02/2021) di Hotel Ledian, Serang.

Dalam press rilisnya (sumber: www.ttkkdh.com) para kasepuhan juga melampirkan petisi yang ditandatangani langsung para kasepuhan Kesti TTKKDH Provinsi Banten.

“Kami para kasepuhan Kesti TTKKDH dengan didasari keprihatinan dalam melihat perkembangan yang terjadi. Dimana sangat berpotensi terjadinya perpecahan serta terputusnya tali sillaturrahhmi antar sesama anggota yang didasari sumpah dan talek,” ungkap Abah Uus sebagai Dewan Kasepuhan Wilayah Lebak.

Lebih lanjut Abah Uus mengungkapkan, bahwa Para Kasepuhan menolak terselenggaranya Mubes ke V Kesti TTKKDH tanggal 20 Febuari 2021 yang akan menimbulkan perpecahan di organisasi karena didasari oleh kebohongan publik dengan memanfaatkan nama besar Kesti TTKKDH.

Tak hanya melakukan penolakan para kasepuhan juga memberikan himbauan kepada masyarakat luar dan melakukan audiensi dengan aparat keamanan guna menjaga stabilitas dan keamanan warga Banten.

“Kami sudah melakukan audiensi dengan AKBP Agus Rasyid di Polda Banten, kami berharap jika ada kelompok yang mengatasnamakan TTKKDH, baik berbentuk perkumpulan atau yayasan. Kami meminta aparat baik TNI maupun Polri bisa memediasi adanya rekonsiliasi,” ujar H. M. Nasir Muslich selaku kasepuhan sekaligus anak pendiri Kesti TTKKDH jumat (17/2).

Dia menjelaskan, audiensi tersebut dengan tujuan agar kepolisian Daerah Banten juga tidak mendengarkan kronologi pelaksanaan Mubes Kesti TTKKDH secara sepihak, sehingga tidak melahirkan multitafsir dikemudian hari.

Pihaknya juga membantah jika sikap penolakan Mubes ditunggangi oleh pihak tertentu. Oleh sebab itu, pihaknya meminta agar gerakan tersebut tidak dipolitisasi untuk kepentingan tertentu.

“Penolakan ini lahir bedasarkan kesadaran kami dari kasepuhan. Bila ada yang mengatakan aksi kami ini ditunggangi, maka kami pastikan itu tidak benar dan kami meminta jangan ada pihak yang mencoba mempolitisasi gerakan yang sedang kami lakukan sekarang,” tambahnya.

Dari pertemuan yg dihadiri oleh kasepuhan sekaligus anak dari para pendiri Kesti TTKKDH yaitu H. M. Nasir Muslich anak dari Mayor H. M. Muslich Karim, Achmad Yanto Masdtaris anak dari Abah H. Madtaris, Suhada M.A anak dari Abah H. Anwari, dan seluruh perwakilan kasepuhan di banten. Para kasepuhan juga menghimbau kepada warga TTKKDH agar jangan melupakan sejarah mari kembali ke khitoh 1952 serta tetap loyal dan melestarikan warisan budaya TTKKDH di wilayah Banten khususnya.

“kepada masyarakat luas agar bisa menjaga tali silaturahmi dengan menjalankan protokol kesehatan untuk menghindari penularan Covid-19, dan tetap bekerjasama dengan aparatur keamanan di wilayah masing-masing,” tutupnya. (Dandy/Redaksi)

Editor : Didi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.