StudioKctus
Berita  

Herdan Ungkap Kelemahan Timnas Indonesia yang Bikin Gagal di ASEAN 2026

Jumat, 16 Januari 2026 – 15:10 WIB Herdan Ungkap Kelemahan Timnas Indonesia yang Bikin Gagal di ASEAN 2026

Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengakui bahwa skuadnya masih punya sejumlah kelemahan jelang ASEAN Championship 2026. Pengakuan ini disampaikan usai ia menghadiri undian grup Piala AFF 2026 di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, pada Kamis 15 Januari 2026.

Herdan Ungkap Kelemahan Timnas Indonesia yang Bikin Gagal di ASEAN 2026 Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia, Herdan, akhirnya angkat bicara soal penyebab kegagalan skuad Garuda di Piala AFF 2026. Menurutnya, masalah utama bukan soal strategi, melainkan konsistensi mental pemain saat bertanding. “Kami punya materi pemain yang bagus, tapi ketika tekanan datang, banyak yang kehilangan fokus,” ujar Herdan usai pertandingan kontra Vietnam, Rabu (24/12). Ia mencontohkan dua gol cepat yang kemasukan timnya di babak pertama, yang lahir dari kesalahan komunikasi di lini belakang. Herdan juga menyoroti minimnya jam terbang kompetisi sejumlah penggawa muda. “Beberapa nama baru baru merasakan atmosfer senior level. Beda level, beda kecepatan,” tambahnya. Ia berencana menambah agenda latihan taktik intensif selama pemusatan latihan bulan depan, sebelum mengarungi kualifikasi Piala Asia 2027.

Rizky Ridho merespons pujian yang diberikan John Herdman usai laga Timnas Indonesia kontra Thailand di Piala ASEAN 2026.

Undian memasukkan Timnas Indonesia ke Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang play-off Timor Leste kontra Brunei Darussalam. Meski tak dianggap sebagai “grup neraka”, Herdman menyebut masih ada PR besar yang wajib segera diselesaikan.

Herdman menyebut bahwa kendala terbesar Timnas Indonesia saat ini adalah minimnya waktu berlatih bersama. Hal ini terjadi karena komposisi pemain yang terus berubah-ubah di tiap jeda internasional, sehingga sulit membangun chemistry tim.

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Herdan, menyoroti bahwa kegagalan tim Merah-Putih di ASEAN 2026 berawal dari masalah klasik: ketidakstabilan lini belakang. Menurutnya, skuad kesulitan menahan tekanan lawan di menit-menit akhir karena komunikasi yang kerap kendor dan posisi bertahan yang terlalu mundur. “Ketika bertanding melawan Thailand dan Vietnam, kami kebobolan tiga gol dari situasi bola mati; itu menunjukkan kurangnya organisasi saat marking,” ujarnya. Herdan menambahkan bahwa latihan set-piece memang sudah ditingkatkan, namun eksekusi di lapangan tetap berantakan karena pemain belum memiliki kebiasaan membaca pergerakan ruang secara cepat.

John Herdman mengungkap titik lemah Timnas Indonesia yang menyebabkan kegagalan di ASEAN Cup 2026.

Kondisi itu membuat skuat Garuda belum punya waktu cukup untuk menjalani proses pembelajaran bersama. Akibatnya, kekompakan dan saling pengertian antarpemain terbentuk lebih lambat dari yang diharapkan.

“Masalahnya ada di kebersamaan. Karena setiap kali jeda internasional selalu muncul wajah baru, skuad kualifikasi Piala Dunia tak pernah punya cukup waktu untuk benar-benar membangun chemistry dan berjuang sebagai satu kesatuan,” jelas Herdman kepada wartawan.

Herdan Ungkap Kelemahan Timnas Indonesia yang Bikin Gagal di ASEAN 2026 Pelatih timnas Indonesia, Herdan, mengakui bahwa timnya masih memiliki sejumlah kelemahan yang menyebabkan kegagalan di ajang ASEAN 2026. Menurutnya, masalah utama terletak pada ketidakstabilan performa pemain dan minimnya koordinasi di lini pertahanan. Herdan menegaskan bahwa timnya sering kehilangan konsentrasi di menit-menit krusial, yang berujung pada kebobolan gol di akhir pertandingan. Selain itu, ia juga menyoroti kurangnya variasi serangan yang membuat permainan Indonesia terlalu mudah dibaca lawan.

Herdan Ungkap Kelemahan Timnas Indonesia yang Bikin Gagal di ASEAN 2026 Pelatih timnas Indonesia, Herdan, akhirnya buka suara soal penyebab timnya tersingkir di Piala ASEAN 2026. Menurutnya, kekalahan dari juara bertahan Vietnam di fase grup menunjukkan kelemahan nyata: ketidakmampuan skuad menahan ritme permainan lawan selama 90 menit penuh. “Ketika Vietnam menaikkan intensitas, kami kehilangan kontrol di lini tengah; itu celah yang langsung mereka manfaatkan,” ujarnya usai pertandingan.

Menurutnya, karena skuat jarang berkumpul, mereka belum sempat membangun chemistry yang kuat. Akibatnya, rasa kebanggaan dan semangat mempersembahkan prestasi untuk suporter juga belum terbentuk sempurna.

“Skuat ini terlalu singkat bergabung untuk saling merasakan pahit getir, membangun kekompakan, dan benar-benar memahami makna membela timnas di mata suporter.”

Meski sempat terpuruk, Herdman menyatakan Timnas Indonesia sudah keluar dari fase sulit itu. Menurutnya, skuad Garuda kini lebih matang ketimbang masa-masa sebelumnya.

“Tapi saat ini mereka sudah keluar dari masa itu,” ujar pelatih yang lahir di Consett, Inggris, 19 Juli 1975.

Dengan segala dukungan yang sudah tersedia, Herdman menyatakan bahwa Timnas Indonesia tidak punya alasan lagi untuk mengecewakan di Piala AFF 2026.

“Tak ada lagi alasan. Kami punya bakat, pengalaman pelatih, dan saya yakin semua punya keinginan besar dari dalam untuk sukses demi Indonesia,” ujarnya tegas.

Vietnam jadi tantangan paling berat di Grup A. Pasukan The Golden Stars datang sebagai juara bertahan Piala AFF 2024 dan punya rekor impresif di Asia Tenggara dengan pelatih Kim Sang-sik. Sayangnya, tiga edisi terakhir kompetisi ini selalu menutup pintu kemenangan bagi Timnas Indonesia saat berhadapan dengan Vietnam.

Tidak ada teks yang perlu ditulis ulang.

Selain Vietnam, Singapura juga patut diwaspadai. Mereka menjadi tim pertama dari ASEAN yang lolos ke Piala Asia 2027, satu langkah di depan Timnas Indonesia. Dipimpin oleh pelatih muda Gavin Lee, Singapura punya gaya permainan yang bisa bikin lawan kerepotan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.