Tangerang
siber.news | Aktivitas Proyek Jaring Pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang terletak di Jl. Diklat Pemda No.116, Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Diduga ancam keselamatan pengendara yang melintasi jalan tersebut.
Pasalnya, aktivitas ekskavator yang tengah beroperasi di proyek tersebut menimbulkan jalan menyempit, dan kemacetan terhadap pengendara. Celakanya lagi, ditengah pengerjaan proyek minim rambu – rambu Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Menurut seorang pengendara, Candra, mengatakan bahwa proyek jika pengerjaan dilapangan seperti itu, berpotensi mengancam keselamatan pengendara.
” Aktivitas ekskavator ini bahaya, jika tidak di antisipasi, sebab beroperasi saat pengendara melintas, seandainya batu terpental ke pengendara bagaimana,? tanya Candra. Selasa (29/7).
Tak hanya itu, kata Candra proyek jaringan PDAM ini yang kini dikerjakan oleh pihak vendor bukan berada di badan jalan melainkan di bahu jalan.
” Aneh, kenapa pipa sebesar itu di tanam di bahu jalan dengan kedalaman 1 meter lebih, jika nanti ada proyek saluran (drainase) jelas akan mengganggu,” jelas Candra
Sementara itu, Oip Kholid sebagai pelaksana lapangan, di lokasi proyek Jaringan PDAM, dia mengatakan bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Desra Banyu Enjinering (DBE) dan di awasi oleh PDAM Kabupaten Tangerang
” Proyek ini di awasi oleh PDAM Cikokol,” kata Oip di lokasi proyek.
Oip menjelaskan jaringan Pipa sebesar 630 mm untuk mengaliri perumahan – perumahan termasuk kata dia warga yang berada di lokasi proyek ini.
” Jaringan ini untuk mengaliri wilayah setempat yang membutuhkan air bersih,” tandas Oip.























