siber.news, Kota Serang — Warga Perumahan Ciracas dibuat geram. Baru tujuh hari menikmati aspal baru di Jl. Jagarayu, jalan tersebut sudah dibongkar kembali pada Rabu malam (15/10/2025) pukul 23.30 WIB, yanah diketahui untuk penggalian kabel bawah tanah.
Berdasar pantauan media dilokasi kegiatan, Proyek galian kabel tersebut tanpa papan proyek, tanpa identitas pelaksana. parahnya, lubang bekas galian ditutup asal-asalan, meninggalkan jalan rusak dan membahayakan.
Kemarahan warga bukan hanya soal jalan yang kembali hancur, tapi soal siapa yang bertanggung jawab. Semua mata kini tertuju pada Pemerintah Kota Serang.
Hal itu membuat aktivis geram, Seperti yang diungkapkan oleh ketua Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS), Saeful bahri, yang menyebut bahwa “Ini Kegagalan Manajemen Proyek oleh Pemkot Serang,”
Lebih lanjut, Bahri menyebut bahwa hal ini sebagai bukti nyata buruknya manajemen proyek di tubuh Pemkot Serang.
“Dinas PUPR baru saja menghabiskan anggaran untuk pengaspalan, lalu dibongkar lagi oleh pihak yang tidak diketahui. Ini bukan hanya pemborosan, ini bentuk kelalaian struktural,” tegasnya
Ia menyoroti ketiadaan papan proyek dan identitas pelaksana sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas publik.
“Kalau Pemkot Serang tidak tahu siapa yang membongkar, itu lebih parah. Kalau tahu tapi diam, itu lebih berbahaya. Kami minta klarifikasi segera, siapa pelaksana, berapa anggarannya, dan kenapa tidak ada koordinasi lintas dinas,” tutur bahri sa’at ditemui media
Bahri mengungkapkan bahwa penggalian kabel yang dilakukan setelah pengaspalan menunjukkan lemahnya perencanaan dan koordinasi antar instansi. Serta sebagai pola berulang yang merugikan keuangan daerah
“Jangan sampai ini jadi modus, proyek ganda, anggaran ganda, tapi hasil nol. Pemkot Serang harus bertanggung jawab penuh atas kekacauan ini,” pungkasnya (red)





















