StudioKctus

Atma Jaya Adakan SE Marketplace 2018 untuk Dorong Kewirausahaan Kaum Milenial

Marketplace kewirausahaan milenial Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya terus mendorong semangat entrepreneurship di kalangan generasi milenial melalui ajang Social Entrepreneurship Marketplace (SE Marketplace). Pada tahun 2018, SE Marketplace menghadirkan konsep segar yang menekankan tiga nilai utama yang dianggap penting dalam dunia wirausaha sosial, yaitu Innovate (berinovasi), Interact (berinteraksi), dan Influence (memberi pengaruh), atau yang disingkat menjadi I3. Pembahasan ini menyoroti marketplace kewirausahaan milenial.

Ajang tahunan ini menjadi titik temu bagi institusi, perusahaan, maupun perseorangan yang sedang mencari program kewirausahaan sosial untuk dijadikan mitra atau saluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) mereka. Salah satu tiket masuknya adalah mengajukan proposal ide atau program yang terbukti mampu menjawab persoalan sosial nyata, sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang di dunia internasional dikenal sebagai Sustainable Development Goals (SDG).

Sejalan dengan konsep baru yang diusung, sejumlah inovasi menarik mulai menonjol. Salah satunya adalah Kopi Flores praktis yang hadir dengan kemasan dapat dimakan, bernama “Bangflo”. Kolaborasi ini melibatkan Evoware, pionir kemasan berbasis rumput laut, sehingga kopi Bajawa khas Flores kini bisa dinikmati bersama bungkusnya yang ramah lingkungan.

Selain itu, hadir pula konsep Rain Water Harvesting (RWH) yang merangkai sistem pengelolaan air secara menyeluruh—menangkap, menyimpan, dan memanfaatkan air hujan untuk berbagai keperluan, mulai dari menyiram tanaman hingga kebutuhan domestik, sehingga ketergantungan pada sumber air tanah bisa ditekan.

Dalam bidang kesehatan, inovasi ACOPE (Atma Jaya Community Ophthalmology Program & Education) yang diwakili oleh dr. Cisca Kuswidyati, Sp.M, hadir sebagai upaya nyata untuk mencegah kebutaan di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Bagian Timur. Program ini menyasar masalah kesehatan mata yang sering terabaikan, dengan melakukan pemeriksaan mata menggunakan metode RAAB (Rapid Assessment of Avoidable Blindness). Metodologi ini merupakan survei cepat yang dikembangkan oleh Pusat Kesehatan Mata Internasional, dirancang untuk mendeteksi risiko kebutaan sedini mungkin agar penanganan bisa segera dilakukan.

Turut berkontribusi pula dalam kegiatan ini Tim Peduli Mentawai, Fakultas Teknik, Fakultas Teknobiologi, FODIM – UKM Forum Diskusi Mahasiswa, serta Charity Cancer Camp yang digagas Asian Medical Students Association (AMSA). Program terakhir ini menyediakan pendampingan medis dan psikososial bagi penderita kanker sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarganya, agar mereka tak berjuang sendirian. Masih banyak lagi mitra lain yang bergabung, memperluas jaringan kepedulian hingga menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Acara ini akan berlangsung selama dua hari penuh. Hari pertama dibuka meriah dengan pameran sekaligus Atma Jaya Job Fair 2018 yang menampung 80 perusahaan dari berbagai bidang. Setelah puas mencari peluang karier, pengunjung bisa langsung menikmati rangkaian talkshow pada hari kedua yang mengangkat tema pemberdayaan komunitas dan kesehatan. Menambal semangat, ANGIN—inkubator startup ternama di Indonesia—akan memberikan keynote speech penuh inspirasi sebelum acara ditutup dengan santap malam bersama para peserta dan narasumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *