Hunian waterfront city pik Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 menyerahkan hadiah dua unit rumah di kawasan anyarnya kepada pasangan ganda putri Srikandi Indonesia yang menyumbang medali emas untuk bulutangkis di Olimpiade Tokyo 2020. Saat berkunjung ke PIK 2 untuk melihat hadiah mereka, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu tidak hanya berfoto-foto, tetapi juga mulai membayangkan bentuk rumah masa depan yang mereka impikan. Greysia terpesona oleh suasana tepi laut yang segar dan bergelora, sementara Apriyani lebih terpikat pada danau-danau tenang yang menghadirkan kesan adem dan asri di tengah kawasan. Pembahasan ini menyoroti hunian waterfront city pik.
PIK2 mengusung konsep waterfront city, yaitu pembangunan kawasan yang memanfaatkan potensi tepian air—baik laut, sungai, maupun danau—sebagai daya tarik utama. Untuk mendukung konsep ini, pengelolaan air menjadi prioritas, salah satunya melalui polder system. Sistem ini menggabungkan tanggul, danau retensi, dan jaringan pompa untuk mengendalikan air, sehingga kawasan tetap aman dari banjir meskipun berada di dataran rendah dekat pantai.
Cara kerja tanggul laut bisa kita sederhanakan seperti ember besar. Dinding tinggi yang mengelilingi kawasan ibarat bibir ember, sedangkan air laut berada di luar ember itu. Ketika permukaan laut naik, dinding tanggul menahan luapan agar daratan tetap kering; cukup tambah tinggi temboknya, maka kawasan akan aman. Lalu bagaimana bila air justru naik dari dalam? Saat hujan turun, genangan tidak dibiarkan menggenang. Air ditampung sementara di danau-danau buatan yang tersebar di dalam kawasan, lalu dipompa keluar melewati pipa-pipa besar kembali ke laut.
Dengan menerapkan dua metode tersebut, permukaan jalan di dalam kawasan akan tetap stabil—tidak akan naik sedikit pun, bahkan hanya satu centimeter pun tidak,” tegas Direktur Utama PIK2, Nono Sampono, dalam keterangan persnya pada Selasa, 7 September 2021.
Masih seputar pengembangan kawasan tepi air, di cluster Pasir Putih Residences—tempat tinggal Greysia dan Apriyani—akan segera hadir sebuah clubhouse yang berdiri tepat di bibir danau. Bangunan ini diberi nama Pasir Putih Clubhouse, atau akrab disebut The Club. Dibuat dengan desain megah dan modern, ia ditargetkan menjadi clubhouse nomor satu di Utara Jakarta, menempati lahan seluas kurang lebih 1,5 hektar yang langsung menghadap perairan, sehingga menawarkan pemandangan dan suasana eksklusif bagi para penghuninya.
Begitu turun di area drop off, tamu langsung disambut lobby bernuansa resort yang lega dan teduh. Dari sini, beragam fasilitas terbaik mengalir berurutan: kolam renang Olympic ukuran standar hadir dalam versi indoor maupun outdoor, disandingkan resort pool berjembatkan air mancur, onsen pool berair hangat, serta kiddie pool yang aman untuk buah hati. Tak berhenti di situ, hadir pula restoran klub dengan menu khas, supermarket lengkap, pusat kebugaran modern, area tai chi di taman terbuka, mini theatre berkapasitas inti, ruang karaoke bergaya Jepang, hingga ballroom elegan yang fleksibel—siap menggelar seminar kantor, pesta ulang tahun, sampai resepsi pernikahan. Pasir Putih Clubhouse memang didesain sebagai “taman bermain” sepanjang hari: anak-anak bisa berlarian di kolam dan taman, dewasa berolahraga atau bersantap, lansia berjemur sambil berbincang, semua dilayani dengan senyap ramah.
Rumah milik Greysia dan Apriyani akan berdiri persis di depan Pasir Putih Clubhouse. Bangunan seluas 6×15 meter ini terdiri atas dua lantai dan menawarkan tiga kamar tidur utama plus satu kamar tambahan—tipe Pinus yang dirancang khusus untuk kaum muda energik seperti keduanya.
Ketika berkunjung ke PIK2, Greysia tak hanya sekadar melihat-lihat, ia juga menyampaikan pesan penting soal investasi properti untuk anak muda. Menurutnya, memiliki aset properti sejak dini adalah langkah bijak, apalagi kalau lokasinya strategis dan fasilitasnya lengkap. “Yang paling penting, cara pembayarannya juga nggak bikin pusing—bisa dicicil ringan, jadi nggak terlalu membebani. Dengan begitu, kami sebagai anak muda yang belum berkeluarga pun sudah bisa mulai menyiapkan tabungan masa depan. Jadi, kalau nanti sudah berkeluarga, tinggal melangkah, nggak usah mulai dari nol lagi,” ujarnya.























