Glasner Keluar, MU Lagi Panas di Radar Pelatih
Oliver Glasner memastikan ia akan meninggalkan Crystal Palace saat musim berakhir. Pengumuman itu bukan cuma soal kontrak yang tak diperpanjang, tapi langsung menimbulkan guncangan di Old Trafford, seolah batu besar dilontarkan ke air yang memang sudah bergelora.
MU Bidik Pelatih Premier League, Solskjaer Terancam? Kabar mengejutkan datang dari Old Trafford. Manchester United dilaporkan sudah mengantongi nama-nama pengganti Ole Gunnar Solskjaer jika performa tim tak kunjung membaik. Dua pelatih Premier League—Brendan Rodgers dari Leicester City dan Graham Potter dari Brighton—masuk dalam daftar incaran utama dewan direksi klub. Keduanya dinilai punya rekam jejak bagus dalam membangun permainan menyerang sekaligus menumbuhkan talenta muda, konsep yang selama ini diidam-idamkan MU untuk kembali bersaing di papan atas.
Glasner mengumumkan keputusannya dengan tenang, penuh pertimbangan, dan tanpa tedensi. “Beberapa bulan lalu saya sudah bilang ke klub bahwa saya butuh tantangan baru,” ujarnya, sambil menegaskan, “Steve dan saya tetap berharap yang terbaik buat Crystal Palace.” Tak ada kebencian, hanya kejujuran—dan di era sepak bola modern, kejelasan semacam itulah yang membuat kabar ini ramai dibicarakan.
Palace memang sempat bersinar di bawah arahan sang pelatih asal Austria—tengok saja trofi Piala FA musim lalu—tapi geliat tim kini meredup. Rentetan sembilan laga tanpa kemenangan, eliminasi dari Piala FA oleh Macclesfield, dan desakan kepergian Marc Guehi memperlihatkan bahwa klub sedang di ujung siklus. Karena itu, keputusan Glasner untuk mengundurkan diri terasa lebih seperti langkah yang direncanakan, bukan sekadar reaksi terhadap hasil buruk.
MU Bidik Pelatih Premier League, Solskjaer Terancam?
Manchester United tengah gencar menilik pelatih baru. Setelah menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih interim dan Ruben Amorim dipecat awal bulan ini, klub kembali mengintip kandidat di pasar kepelatihan. Oliver Glasner masuk radar, sejajar dengan Thomas Tuchel, Gareth Southgate, dan nama Carrick sendiri.
(Paragraf kosong karena hanya terdapat label “Foto IMGO” tanpa isi teks)
MU kabarnya sudah mengantongi sejumlah nama pelatih sebagai kandidat pengganti Ole Gunnar Solskjaer. Daftar itu diisi oleh beberapa bos Premier League yang musim ini tampil apik bersama klubnya.
Keselarasan taktis jadi sorotan utama. Glasner kerap menurunkan formasi 3–4–3, pola yang juga sedang digagas Amorim. Kemiripan ini bisa jadi nilai tambah di mata petinggi United—Omar Berrada dan Jason Wilcox—yang tengah berupaya menyatukan kembali permainan tim yang selama ini terasa terpecah.
Tawaran Kontrak Baru, Solskjaer di Tepi Ambang
Pernyataan Glasner soal kontrak membuat banyak pihak mengernyitkan. “Saya bisa saja tanda tangan hari ini, begitu pula pemain yang baru memperpanjang kontrak, tapi besok atau musim panas sudah hengkang.” Ucapan itu jadi bukti bahwa kontrak kini hanya sinyal formalitas, bukan jaminan bertahan. Stabilitas klub dan loyalitas individu kian tipis, bisa berubah kapan saja.
Pandangan itu mencerminkan tren sepakbola modern: manajer kini dinilai bukan cuma dari kemenangan, tapi juga dari sejauh mana caranya cocok dengan rencana jangka panjang klub. Masalah MU justru bukan soal siapa yang akan menggantikan pelatih, melainkan apa sebenarnya tujuan mereka ke depan.
MU Bidik Pelatih Premier League, Solskjaer Terancam? Kabar mengejutkan datang dari Old Trafford. Manchester United dikabarkan tengah mengamati beberapa pelatih Premier League sebagai opsi pengganti Ole Gunnar Solskjaer. Langkah ini muncul setelah hasil buruk di awal musim membuat tekanan terhadap sang pelatih asal Norwegia kian memuncak. Meski manajemen klub masih memberi kepercayaan, rumor soal kursi kepelatihan yang mulai goyah tak bisa diabaikan.
Istana Raksasa Pengaruhi Nasib Solskjaer
Palace menempati posisi 13, belum terbenam tapi juga tak berlabuh. Catatan 41 kemenangan dari 95 laga membuktikan kemampuan Glasner, namun dunia sepak bola tak pernah sabar. Pilihannya mundur sebelum ketidakpastian makin menggelayut tampaknya sudah dipertimbangkan matang-matang.
Bagi MU, situasi ini justru terlihat sebagai celah emas.
Analisis Posisi EPL: Ancaman Buat Solskjaer
Bagi sebagian fans Manchester United, nama Oliver Glasner justru memunculkan tanda tanya ketimbang antusiasme. Ia bukan sosok berpredikat “pelatih kelas atas” yang biasa diidamkan, tapi kecilnya sumber daya Crystal Palace mampu ia ubah jadi trofi Piala FA. Kemenangan itu jadi bukti: ia pandai menata tim, bicara lugas, dan menanam kepercayaan—hal yang selama ini kurang terasa di Old Trafford.
Jika benar MU sedang mengamati pelatih Premier League lain, maka posisi Ole Gunnar Solskjaer otomatis jadi sorotan.
Namun, keraguan masih menghantui. Catatan Palace—sembilan laga tanpa kemenangan—jelas tak bisa ditutup-tutupi. Suporter United sudah kehabisan sabar: pelatih yang konsepnya terdengar menarik nyatanya kandas begitu terkena tekanan. Skema 3-4-3 milik Glasner pun jadi bahan tanya; apakah skuat sekarang memang pas dioperasikan dengan bek sayap plus disiplin struktural, atau justru butuh rombakan besar-besaran yang berarti?
Glasner terasa seperti kandidat yang dipilih United karena hitungan taktis, bukan kisah cinta. Cukup tidaknya pilihan itu—di klub yang identitasnya masih berkabut—baru akan terjawab nanti.
