San Jose Sharks musim ini tampil di luar dugaan dan masuk daftar tim paling mengejutkan di NHL.
Musim lalu, Hiu berakhir dengan catatan paling buruk di liga dan hanya 52 poin. Kini, mereka membalikkan situasi: dari 45 laga sudah mengumpulkan 49 poin dan di hari Rabu baru saja mengamankan tiket playoff Wilayah Barat.
San Jose berencana memanfaatkan kecepatan dan vitalitas pemain mudanya saat bertandang ke markas Washington Capitals pada Kamis nanti.
Macklin Celebrini, mesin gol anyar San Jose, sudah menunjukkan taringnya dan masuk radar perebutan Hart Memorial Trophy separuh musim ini.
Pekan lalu, center muda itu tiba-tiba diam: di hari Minggu yang langka, ia tidak mencetak poin sedikit pun saat Vegas Golden Knights menang 7-2 di kandangnya. Kekalahan itu sekaligus memutus tren 13 laga beruntun yang selalu ia penuhi dengan poin—sembilan gol dan 18 assist.
Celebrini, urutan pertama Draf NHL 2024, baru 10 kali tak mencatat poin di 45 laga musim ini. Ia sudah mengoleksi 24 gol dan 46 assist—total 70 poin—yang membuatnya melaju 38 poin di depan pencetak poin terbanyak kedua di tim. Alexander Wennberg (10 gol, 22 assist) dan Tyler Toffoli (13 gol, 19 assist) baru mengumpul 32 poin masing-masing jelang laga Kamis.
Tiga kemenangan beruntun San Jose akhirnya terhenti di hari Minggu. Collin Graf dan Wennberg masih sempat menyumbangkan satu gol masing-masing, meski tim mereka harus menyerah di akhir laga.
Michael Misa, yang dipilih sebagai urutan kedua secara keseluruhan di draft NHL 2025, baru kali ini kembali turun sejak 1 November. Jeda itu terjadi karena bek berusia 18 tahun itu sempat memperkuat Tim Kanada di Kejuaraan Junior Dunia IIHF 2026.
“Siapapun lawannya, itu urusan belakangan,” jawab pelatih Sharks, Ryan Warsofsky, singkat saat disinggung soal rekor timnya melawan Vegas musim ini. “Yang jelas, kami wajib meningkatkan permainan di berbagai sisi dan—yang terpenting—mulai bisa menang secara rutin. Cara bermain yang tepat harus jadi kebiasaan, bukan hanya tampil sekadarnya.”
Masalah terbesar Washington Capitals musim ini bukan lawan, melainkan kesulitan mereka sendiri untuk tampil stabil dari laga ke laga.
Sejak menutup rangkaian enam kemenangan beruntun dengan kemenangan telak 7-1 atas Hiu pada 3 Desember lalu, Washington belum lagi merasakan kemenangan beruntut.
Tim ibu kota akan kembali turun ke lapangan es pada Kamis, setelah sehari sebelumnya berhasil menundukkan Montreal Canadiens 3-2 lewat babak tambahan.
Ethen Frank menyamakan kedudukan dengan dua golnya di periode ketiga, memaksa laga berlanjut ke overtime. Di sisa 39 detik, Connor McMichael menyelesaikan rebound menjadi gol kemenangan.
Rasmus Sandin berperan besar dengan mencatat assist di ketiga gol kemenangan Washington Capitals, sementara kiper Logan Thompson menolak 24 tembakan lawan.
Kemenangan terakhir Washington makin spesial karena mereka harus tampil tanpa tiga pemain kunci sekaligus: Tom Wilson cedera bagian bawah tubuh, Pierre-Luc Dubois mengalami masalah perut, dan Jakob Chychrun juga sedang absen karena sakit.
“Kami melewati beberapa kesulitan, kehilangan sejumlah pemain penting, tapi anak-anak tetap menunjukkan karakter kuat di periode ketiga,” ujar pelatih Capitals, Spencer Carbery, usai kemenangan dramatic. “Dari dua shift pertama sudah terasa aura positif. …Tak ada yang tahu akhirnya, tapi saya yakin tim akan menekan gas dan mengerahkan segala daya.”
Hiu baru akan menjalani rangkaian laga tandang yang panjang, dimulai Kamis ini. Dari 10 pertandingan ke depan, sembilan di antaranya harus mereka mainkan di kandang lawan.
Media lapangan yang hadir masih sebatas level dasar, belum menyentuh standar profesional.
