StudioKctus
Sports  

Brahim Diaz minta maaf karena gagal tendang Panenkal di final Piala Afrika lawan Maroko dan Senegal

Pemain sayap Maroko Brahim Diaz meminta maaf melalui media sosial pada hari Senin atas kegagalannya mengeksekusi tendangan penalti saat timnya kalah dari Senegal di partai final.

Diaz bisa saja membawa trofi untuk Maroko saat mengeksekusi penalti pada menit ke-24 injury time. Namun, kiper Senegal, Edouard Mendy, dengan mudah menahan tendangan lemah pemain depan Real Madrid itu.

Senegal akhirnya merebut gelar berkat gol Papa Gueye di babak tambahan.

Penalti yang gagal dilakukan Diaz didahului oleh penghentian pertandingan selama hampir 20 menit, setelah sejumlah pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit yang menunjuk titik penalti.

Info kotak cahaya

Penalti yang gagal dieksekusi Diaz didahului oleh penghentian permainan selama hampir 20 menit, setelah sejumlah pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti.

Penalti yang gagal dieksekusi Diaz didahului oleh penghentian hampir 20 menit setelah sejumlah pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai protes terhadap keputusan wasit yang memberikan penalti.

Hatiku perih. Aku memimpikan gelar ini. Terima kasih atas seluruh cinta kalian, setiap pesan, setiap dukungan yang membuatku merasa tak sendirian. Aku berjuang dengan segalanya, terutama dengan hatiku, tulis Diaz.

Kemarin saya gagal dan saya bertanggung jawab penuh atas itu. Saya meminta maaf dari lubuk hati yang paling dalam. Akan sulit bagi saya untuk bangkit karena luka ini tidak mudah sembuh… tapi saya akan berusaha. Bukan untuk diri saya sendiri, melainkan untuk semua yang percaya pada saya dan untuk semua yang ikut menderita bersama saya.

“Saya akan terus melangkah maju hingga suatu hari bisa membalas semua cinta ini kepada kalian dan menjadi kebanggaan bagi rakyat Maroko,” tambah Diaz, yang meraih sepatu emas turnamen dengan lima gol.

BACA JUGA | Perebutan handuk yang menjadikan kiper utama Senegal pahlawan nasional di final Piala Afrika.

Tendangan penalti yang gagal dilakukan oleh pemain berusia 26 tahun tersebut didahului oleh penghentian pertandingan selama hampir 20 menit, setelah sejumlah pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti.

Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka akan mengajukan protes ke CAF dan FIFA terkait penolakan dari Senegal.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa tindakan para pemain Senegal mengganggu jalannya pertandingan secara signifikan serta menurunkan moral para pemain.

Diposting pada 19 Januari 2026

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.