Columbus Blue Jackets langsung merasakan manisnya hasil begitu pelatih anyar mereka menangani tim.
Vancouver Canucks masih terus terjebak dalam tren negatif yang tak kunjung usai.
Columbus Blue Jackets yang masih muda usia pemainnya bisa menambah catatan bagus di kandang: mereka menang tiga kali beruntun sekaligus memperpanjang rentetan kekalahan Vancouver Canucks menjadi sembilan laga, tepat di malam Kamis.
Sehari setelah pelatih Dean Evason dipecat, Rick Bowness—berusia 70 tahun—langsung duduk di belakang bangku cadangan Columbus. Di sana ia menyaksikan anak asuhnya menang 5-3 di kandang sendiri melawan Calgary, Selasa kemarin. Charlie Coyle dan Zach Werenski sama-sama menyumbang tiga poin, sementara Boone Jenner menjadi pahlawan lewat gol penentu di akhir laga. Kemenangan ini jadi yang kedua beruntun Blue Jackets usai tersandung empat kali berturut-turut.
“Kami ingin segera saling mengenal, memahami apa yang Bowness inginkan dari kami, dan juga menyampaikan harapan kami kepadanya,” ujar Coyle.
Rasanya memang menyenangkan saat semua rencana berjalan mulus: kemenangan langsung diraih, suasana ruang ganti jadi ceria, dan tim bisa langsung melangkah ke pertandingan berikutnya dengan bekal pelajaran baru.
Werenski tampik panas: 8 gol dan 12 assist dari 12 laga terakhir. Di sisi lain, Coyle baru bangkit—3 gol plus 1 assist dalam dua pertandingan pasca-puasa gol selama lima laga sebelumnya.
Columbus berpeluang mencatat kemenangan kandang beruntun untuk pertama kali sejak rangkaian tiga kemenangan di kandang sendiri pada 29 Oktober hingga 13 November lalu.
“Kami harus fokus pada pekerjaan kami sendiri dan mulai meraih kemenangan beruntun di kandang,” ujar Coyle.
Werenski, Jenner, dan Coyle sama-sama tak mencetak poin ketika Blue Jackets menyerah 4-3 di kandang Vancouver pada 8 November.
Sejak menang di Columbus, Vancouver cuma meraih delapan kemenangan dari 30 laga. Kekalahan 2-1 di Ottawa pada Selasa membuat mereka datang ke Ohio dengan catatan 0-5-0 di rangkaian enam-match road trip ini. Runtuh delapan kali berturut-turut (0-6-2) adalah rentetan terburuk sejak memulai musim 1997-98 dengan 10 kekalahan beruntun.
Bintang Vancouver Brock Boeser mengatakan kepada Sportsnet bahwa timnya sudah bekerja keras dan tampil cukup baik, namun terlalu sering berada di sisi kalah. Boeser sendiri sudah mencetak enam gol—lebih dari 20 gol musim ini—dengan catatan terakhir diperbarui pada 28 November.
Elias Pettersson menjadi satu-satunya pencetak gol Canucks pada pertandingan Selasa. Meski dia sendiri sudah mengemas empat gol dari enam laga terakhir dan kini mengoleksi 28 poin untuk memimpin daftar produktivitas tim, Vancouver masih hanya mampu memproduksi 16 gol dalam delapan pertandingan terakhir. Pettersson pun tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas paceklik gol yang menimpa skuatnya.
“Kekalahan itu rasanya menyebalkan. Saya sangat benci kalah,” ujar Pettersson, yang tercatat memberi assist saat menghadapi Blue Jackets pada laga November lalu.
Pesan sederhana yang ditekankan: lakukan apa pun demi menyambet kemenangan berikutnya.
Kevin Lankinen, yang musim ini kebobolan rata-rata 3,34 gol per laga, pernah menghentikan 29 tembakan Columbus di pertemuan awal musim dan baru saja menolak 38 dari 40 peluang Ottawa pada Selasa lalu. Karena Thatcher Demko masih cedera bagian bawah, kemungkinan Nikita Tolopilo—yang baru saja melakukan 35 penyelamatan saat Canucks kalah 6-3 dari Montreal Senin malam—akan kembali jaga gawang di laga ini.
Jet Greaves tampil solid dengan 54 save dari 59 tembakan di dua laga terakhir, sekaligus membawa Blue Jackets meraih kemenangan. Sementara itu, Elvis Merzlikins—yang cuma sekali jaga gawang dalam 11 pertandingan terakhir dan menelan empat kekalahan beruntun—mampu menepis 20 dari 24 tembakan saat Columbus bertandang ke Vancouver pada November lalu.
Columbus Blue Jackets yang sedang dalam masa regenerasi akan menjamu Vancouver Canucks di Nationwide Arena, Rabu (23/10) dini hari WIB. Canucks datang dengan modal buruk: mereka baru saja dibantai 1-8 oleh Bruins di kandang sendiri dan menelan tiga kekalahan beruntun, sehingga tekad besar untuk bangkit mengisi ruang ganti lawan.
