Siber.news, Kota Serang — Warga Perumahan Taman Mutiara Indah 1, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, kembali menjadi korban banjir akibat selokan rusak yang tak kunjung diperbaiki.
Setiap kali hujan turun, air meluap hingga ke permukiman dengan ketinggian mencapai 30 sentimeter, mengganggu aktivitas dan memicu kekhawatiran akan pendangkalan saluran air.
Kerusakan selokan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan diperparah oleh tumpukan batu dan sampah yang menyumbat aliran.
Warga menilai lambannya penanganan sebagai bentuk kelalaian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya sudah melaporkan ke pihak kelurahan. Mereka sempat memberikan bantuan material, tapi sampai sekarang tidak ada perbaikan. Malah disuruh lapor ke Dinas PUPR,” ujar Roni, warga setempat, Selasa (30/09/2025).
Warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang segera turun tangan.
Mereka menilai penanganan yang berlarut-larut menunjukkan lemahnya koordinasi antarinstansi dan minimnya kepedulian terhadap risiko banjir yang terus berulang.
“Kami tidak butuh janji, kami butuh tindakan. Kalau tidak segera diperbaiki, banjir seperti ini akan terus terjadi setiap tahun,” tegas Roni.
Kondisi ini menjadi alarm bagi pemerintah kota untuk memperbaiki sistem respons dan pemeliharaan infrastruktur dasar.
Warga berharap suara mereka tidak lagi tenggelam bersama genangan air yang terus datang tanpa solusi.
—























