PT Hutama Karya (Persero) mengatakan bahwa pembangunan stasiun metro Jakarta Glodok-Kota MRT telah mencapai 82%..
Wakil Presiden Eksekutif (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah mengatakan bahwa pekerjaan di stasiun kereta bawah tanah telah mencapai kemajuan yang signifikan, dengan tujuan untuk menyelesaikan pekerjaan ini pada semester pertama 2027.
Pada hari Rabu (28/11) kami telah mencapai 82% kemajuan. Pintu masuk Pekerjaan Arsitek dan Mesin, listrik, pipa Mardiansyah mengatakan dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada Senin bahwa keberadaan Mardiantsyah akan membawa manfaat nyata bagi perjalanan warga dan penyediaan transportasi umum kota.
Hutama Karya sedang membangun Stasiun Metro Jakarta Glodok-Kota, jalur transportasi yang diharapkan akan meningkatkan konektivitas Kota Tua, sekaligus memberikan pilihan transportasi umum yang lebih nyaman bagi penduduk.
Proyek ini merupakan bagian dari proyek pembangunan Jakarta-Jakarta 2A, yang memiliki panjang sekitar 1,33 km.
Proyek ini terletak di pusat kota yang padat dan bertujuan untuk meningkatkan integrasi transportasi multi-modal dan mempromosikan transportasi multimodal, terutama melalui jalur pejalan kaki, menghubungkannya ke layanan transportasi lainnya di sekitar wilayah tersebut, dan meningkatkan kualitas ruang publik.
Hutama Kariya mengatakan bahwa pembangunan stasiun ini dilakukan dengan kerjasama dan kerja sama yang baik di pusat kota. Hutama Karya bekerja sama dengan mitra Jepang, Satsui Miyamoto Construction Company (SMCC) untuk mengembangkan proyek CP 203, dan mengadopsi Joint Operations Project (SMcc-HK JO), PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai pengorganisir proyek.
Untuk komunitas, keberadaan stasiun tidak hanya masalah bangunan baru, tetapi juga bagaimana kota-kota menyediakan ruang yang lebih efisien bagi warga mereka.
Saat transportasi umum mencapai empat jalur, waktu perjalanan menjadi lebih dapat diprediksi, lalu lintas akan berkurang, dan area yang penuh lalu lintas bisa lebih beres.
Dalam konteks Glodok-Kota, konektivitas yang lebih kuat diperkirakan juga akan mendukung aliran ke tujuan wisata, pusat makanan dan daerah bisnis, tanpa menambah beban kemacetan di daerah yang padat saat ini.
Integrasi transportasi multi-modal merupakan bagian penting dari cerita ini. Meskipun titik-titik transportasi di pusat kota Jakarta sangat dekat, pengalaman mengubah cara transportasi biasanya tergantung pada jalur pejalan kaki, koneksi ke stasiun lain, dan detail kenyamanan ruang publik di sekitarnya.
Karena itu, pembangunan stasiun kereta bawah tanah harus dirancang dari sudut pandang pengguna agar merasa stabil dan aman saat beralih dari satu mode ke mode lain, terutama pada saat puncaknya.
Berita: Subhanallah Aji Sasra JC Edisi: Verna P. Setiorini Hak cipta © Antalya 2026
Untuk itu, kami juga telah mengizinkan pengguna untuk menggunakan aplikasi ini untuk mengakses, mengklik, dan mengindeks secara otomatis konten AI yang ada di situs ini tanpa izin tertulis dari Antalya Communications.