Pemerintah Jakarta (ANTARA) telah siap membantu menjaga jalan raya tingkat provinsi Pining di Kabupaten Gayourus, Provinsi Aceh, untuk membantu menjaga infrastruktur koneksi yang terluka.
Dodi Hongodo, Menteri PU, menekankan bahwa menjaga konektivitas dalam keadaan darurat bencana adalah tugas utama pemerintah dan mengakui peran strategis jalan dan jembatan sebagai pendorong utama kegiatan komunitas dan distribusi logistik.
Dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada Senin, Dodi mengatakan bahwa “pembinaan jaringan adalah kunci kehidupan masyarakat”.
Kementerian Pekerjaan Umum berusaha membantu mengelola infrastruktur sambungan yang terkena dampak bencana di Provinsi Axi, termasuk jalur yang menghubungkan provinsi Blangkejeren dan Kutaken di daerah Pining, Provinsi Gayo Lues.
Kementerian Pekerjaan Umum (PPN) berpartisipasi dalam pembangunan jalan raya daerah sebagai bentuk bantuan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, terutama dalam keadaan darurat setelah bencana, tanpa mengabaikan tanggung jawab utama untuk menjaga konektivitas jalan nasional.
Untuk membantu mengelola jalur yang menghubungkan provinsi Blangkejeren-Kutaken di wilayah Pining, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Pusat Implementasi Jalan Raya Nasional (BPJN) telah mulai secara bertahap memodifikasi peralatan berat untuk membantu manajemen darurat berdasarkan persyaratan dan kemajuan pekerjaan di lapangan.
Penginstalan berkonsentrasi di jalur Blangkejeren-Kutaken, di mana titik awal penginstalan berada di Ramung Musara, Kabupaten Putri Betung, Kabupatén Gayo Lues, AA Bobo, Blangkjeren dan Tetumpan.
Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro mengatakan bahwa dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk provinsi ini dilakukan secara bertahap, dengan hati-hati, dan mengingat kemajuan dan kebutuhan dalam menjaga jalan nasional.
“Kementerian Pekerjaan Umum (PPN) sedang melakukan langkah-langkah untuk membantu pengolahan jalan raya di tingkat provinsi, sekaligus mempertimbangkan kebutuhan daerah dan kemajuan yang sedang kami lakukan dalam pengolahannya di jalan raya nasional”, kata Heri.
Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum terus mempercepat pemulihan dan peningkatan konektivitas jaringan jalan nasional di Gayo Lues dan sekitarnya, dan sejauh ini telah mencapai kemajuan yang signifikan. Beberapa jalur strategis telah dihubungkan kembali dan mulai beroperasi, termasuk perbatasan Central Azis / Gayo Luz dan Blangkejeren, yang akan dibuka untuk kendaraan roda dua dan empat mulai 21 Desember 2025.
Setelah terjadinya guncangan gunung, bagian perbatasan Gayo Lues/Azi Tenggara di Blangkejeren telah kembali beroperasi pada 9 Januari 2026. Lalu, jalur perbatasan Galo Lues /Azi Timur Selatan, Galo Kutacan, pengolahan guncingan gunung dan pembangunan jembatan Bailey di Jembatan Rammon Kudu I, serta pembangunan jambatan permanen.
Selain itu, beberapa jalan raya nasional lainnya di Provinsi Aceh, termasuk Biruen, Aceh Tengah, Ngan Raya, Aceh Tenggara dan Tegengone Connection, telah mulai beroperasi dan sedang diproses secara darurat, dipasang jembatan Beere dan dibangun jembata permanen.
Kementerian Pekerjaan Umum menekankan bahwa koordinasi pusat dan lokal adalah kunci untuk mempercepat pemulihan infrastruktur setelah bencana.
Berita: Subhanallah Aji Sasra JC Edisi: Verna P. Setiorini Hak cipta © Antalya 2026
Untuk itu, kami juga telah mengizinkan pengguna untuk menggunakan aplikasi ini untuk mengakses, mengklik, dan mengindeks secara otomatis konten AI yang ada di situs ini tanpa izin tertulis dari Antalya Communications.
