SIBER.NEWS, KOTA DEPOK | Asprov PSSI Jawa Barat dinilai tidak profesional dalam menyikapi persoalan, bagai mana tidak!?, Sikap seorang wasit pada Liga 3 Seri 2 Jawa Barat yang disoalkan oleh management klub Persikad 99 Depok tidak mendapati jawaban yang sesuai.
Hal itu dinyatakan langsung oleh CEO Persikad 99, Handiana, pada Konferensi pers di Cafe Woow, Kota Depok pada Selasa, (04/10/22).
Handiana mengungkapkan kekeliruan yang dilakukan oleh Asprov PSSI Jabar seakan menggambarkan sebuah ketidak profesionalan. Lantaran, surat yang dikirim oleh management Persikad 99 tertanggal 27 September lalu, mendapat balasan yang dianggap tidak sesuai.
Sebab, surat yang dikirimkan oleh management Persikad 99 ditujukan langsung kepada Komite Wasit, Namun, balasan yang diterima oleh management Persikad 99 pada Tanggal 01 Oktober 2022 adalah dari Komite Disiplin (Komdis).
Handiana menilai bahwa Asprov PSSI Jawa Barat tidak becus dalam menindak lanjuti persoalan, lantaran, surat balasan yang diterima oleh management Persikad 99 dinilai tidak sesuai dengan subtansi permasalahan.
“menanggapi surat yang kami kirim pada tanggal 27 September kemarin, di balas oleh Asprov PSSI Jawa Barat pada tanggal 01 Oktober 2022. Yang pertama saya menyatakan bahwa Asprov PSSI Jawa barat tidak becus,”
Menurut Handiana, management Persikad 99 sendiri sudah tepat mengirimkan surat kepada komite wasit, namun balasan yang diterima adalah dari Komite Disiplin.
Sedangkan, lebih lanjut Handiana mengatakan bahwa protesannya adalah berkaitan dengan penugasan wasit yang dianggap keliru. Namun, disesalkan balasan tersebut datang dari Komite Disiplin Asprov PSSI Jawa Barat dan bukan dari Komite Wasit.
“Kenapa tidak becus, sebab, surat kami kirim Cq nya bidang penugasan wasit Asprov PSSI Jawa barat akan tetapi dibalas oleh komdis. Ini kan seperti apa organisasi sebesar Asprov untuk urusan surat saja bisa salah,”
“Kan ngaco kalau begitu, sangat tidak profesional. Sebesar Asprov PSSI Jabar saja tidak profesional, menjawab surat aja udah ngaco,” ungkapnya
Lanjut Handiana menegaskan bahwa menurutnya keberadaan Ketua Asprov PSSI Jawa Barat perlu dipertanyakan.
“Jadi perlu dipertanyakan juga Ketua Asprov PSSI Jabar ini, apakah layak menjadi ketua Asprov atau tidak.” Tegasnya
Sementara itu, Manager Persikad 99, Cahyo P Budiman menilai bahwa soal penugasan wasit Sepri Wadi yang berturut-turut dalam pertandingan Persikad di babak 16 dan 8 besar dianggap aneh.
“sedemikian saktinya komite wasit menurut kami sehingga tidak bisa diganggu gugat. Padahal, seperti yang sudah kita uraikan bahwa tidak mungkin rasanya wasit di Jawa Barat hanya ada Sepri Wedi seorang yang bisa memimpin dua kali pertandingan untuk Persikad 99 di 16 besar dan 8 besar,”
Menindaklanjuti persoalan tersebut, management Persikad 99 dikabarkan akan segera bersurat kepada PSSI pusat hingga FIFA.
Tak hanya itu, management Persikad 99 bersama suporter fans akan melangsungkan aski di PSSI pusat untuk menuntut keadilan dalam sepakbola.
“Jadi langkah kedepan yang akan kita ambil, sesuai dari arahan CEO Persikad 99, kita akan bersurat kepada PSSI pusat bahkan sampai ke FIFA, kita akan bersurat terkait persoalan ini,”
“Bahkan kita juga berencana melakukan aksi seperti yang sudah kita sebut didalam tuntutan kita. Bahwa kita akan melakukan aksi ke PSSI pusat,” pungkasnya.
Ucapan duka cita Management Persikad 99 atas tragedi Kanjuruhan Malang.
Sebagai bentuk keprihatinan dan belasungkawa atas tragedi Kanjuruhan, Persikad 1999 Kota Depok juga melakukan doa bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan beberapa hari lalu. (TGH)
