StudioKctus

Akira Toriyama, Sang Kreator Dragon Ball, Meninggal Akibat Perdarahan Otak

Toriyama meninggal perdarahan otak Akira Toriyama, sang maestro di balik legenda manga Dragon Ball, telah berpulang. Kabar duka ini mengejutkan dunia, karena pria yang menghadirkan petualangan Son Goku sejak 1984 itu masih aktif berkarya hingga akhir-akhir ini. Sebagai salah satu pendongkrak manga ke kancah global, Toriyama tidak hanya menciptakan kisah superhero yang menginspirasi generasi, melainkan juga merancam desain karakter ikonik di berbagai video game seperti Dragon Quest dan Chrono Trigger. Ia menghembuskan napas terakhir pada usia 68 tahun, menyisakan warasa visual tak ternilai yang terus hidup di hati jutaan pembaca di seluruh dunia. Pembahasan ini menyoroti toriyama meninggal perdarahan otak.

Dilansir dari keterangan resmi rumah produksi Bird Studio, Toriyama dikabarkan meninggal dunia pada 1 Maret akibat pembekuan darah di otak.

Akira Toriyama dikenal luas sebagai sang pencipta manga legendaris Dragon Ball. Serial yang dibawanya ini tak hanya melejit di Jepang, melainkan juga membius jutaan pembaca di berbagai penjuru dunia. Keberhasilannya melahirkan beragam adaptasi, mulai dari serial anime yang masih ditonton berulang kali, deretan video game yang terus diperbarui, hingga film layar lebar yang memecahkan rekor tiket. Dragon Ball kini menjadi bagian dari budaya pop global, membuktikan betapa besar pengaruh Toriyama dalam dunia hiburan.

Seperti kita kenang, manga legendaris yang pertama kali terbit pada 1984 ini mengikuti petualangan seorang bocah berkuncir unik bernama Son Goku. Dari balik lembar demi lembar, kita disuguhi perjalanannya mengelilingi dunia—bahkan melintas ke galaksi—demi mengumpulkan tujuh Bola Naga ajaib yang dapat mengabulkan segala permohonan. Di balik pencarian itu, Goku tak hanya mengejar keinginan pribadi; ia juga harus membangkitkan kekuatan tersembunyi di tubuhnya untuk melindungi planet Bumi dari serangan bangsa Saiyan, makhluk humanoid luar angkasa yang haus akan kehancuran.

Tahun 1989, kisah ini diangkat ke layar sebagai serial anime; sejak saat itu ia melejit sebagai salah satu karya Jepang yang paling dikenal di seluruh dunia dan berhasil terjual hingga 260 juta kopi.

Baca juga: Profil Jacob Rothschild, bankir senior dunia yang meninggal dunia pada usia 87 tahun.

Selama empat setengah dekade, Akira Toriyama tak pernah lepas dari dunia manga dan animasi. Ia menulis, menggambar, dan mendesain karakter dari pagi hingga larut, bahkan ketika jari-jemarinya mulai kaku dan punggungnya membungkut. Pada hari-hari terakhirnya, meja kerjanya masih penuh dengan sketsa naskah Dragon Ball Daima yang belum sempat disempurnakan—bukti bahwa cerita dan imajinasi tetap mengalir deras sampai detik terakhir napasnya.

Toriyama telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak seniman buku komik terkenal Jepang. Masashi Kishimoto, pencipta serial populer Naruto, kerap mengaku bahwa gaya menggambar dan penyusunan cerita Toriyama sangat memengaruhi karyanya. Demikian pula Eiichiro Oda, sang arsitek One Piece yang hingga kini masih tayang, mengatakan bahwa petualangan Dragon Ball-lah yang membangkitkan keinginannya membuat komik epik sendiri.

Penghormatan untuk Akira Toriyama

Dunia manga dan anime berduka. Akira Toriyama—sang arsitek Dragon Ball yang telah menemani masa kecil jutaan anak di seluruh planet—berpamitan selamanya pada usia 68 tahun. Berita meninggalnya sang legenda akibat komplikasi hematoma subdural ini bukan sekadar kabar duka bagi industri hiburan Jepang, melainkan kehilangan besar bagi seluruh generasi yang tumbuh bersama petualangan Son Goku, Krilin, Bulma, dan Vegeta. Sejak 1984, ketika chapter pertama Dragon Ball dimuat di Weekly Shōnen Jump, Toriyama tak hanya menciptakan kisah; ia menancapkan akar budaya pop yang merembes ke dalam bahasa, gaya berpakaian, hingga cara kita memandang pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Karya-karyanya—mulai dari Dr. Slump yang menggemaskan hingga desain karakter Chrono Trigger yang epik—menjadi kanvas di mana imajinasi tak kenal batas. Kini, ketika ia kembali ke negeri bintang, kami yang ditinggalkan hanya bisa mengangkat dua jari ke dahi, membentuk simbol “V” ala Vegeta, dan berbisik: “Arigatou, sensei. Terima kasih telah mengajari kami bahwa batas hanya ada untuk dilampaui.”

Di Jepang dan penjuru dunia, ucapan terima kasih dan penghormatan mengalir deras untuk Toriyama. Tak hanya penggemar, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshimasa Hayashi, turut angkat suara; secara resmi ia menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya sang maestro. Hayashi menegaskan bahwa warisan karya Toriyama—mulai dari petualangan Son Goku hingga desain karakter ikoniknya—telah menjadi kekuatan lunak yang membawa budaya Jepang menembus batas negara, memperkenalkan keceriaan dan semangat kreativitas tanpa batas kepada generasi demi generasi.

Selain itu, penghormatan terhadap Akira Toriyama juga mengalir deras dari masyarakat Tiongkok melalui platform media sosial Weibo. Video peringatan yang diunggah telah ditonton lebih dari 40 juta kali dalam waktu singkat, membuktikan betapa besar pengaruh karya sang maestro di negeri Tirai Bambu. Tak mengherankan, Dragon Ball—yang konon lahir setelah Toriyama terinspirasi oleh kisah klasik Tiongkok “Journey to the West”—telah menjadi bagian budaya populer di sana dan membangkitkan rasa kekeluargaan yang mendalam di antara penggemar Tiongkok.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Akira Toriyama. Juru bicara menegaskan bahwa Toriyama adalah kartunis ternama yang karyanya tidak hanya populer, melainkan juga meraih sambutan hangat di seluruh Tiongkok, sehingga kepergiannya menimbangkan rasa kehilangan mendalam bagi para penggemar di negeri itu.

Baca juga: Avenged Sevenfold akan menggelar konser di Jakarta. Simak rincian harga tiketnya di sini.

Pemakaman Akira Toriyama berlangsung secara tertutup, hanya dihadiri oleh keluarga dekat dan segelintir rekan yang paling dipahaminya. Keputusan ini murni datang dari sang maestro sendiri; ia sempat menuliskkan bahwa ia ingin berpamitan dalam hening, tanpa hiruk-pikuk, seolah ingin menyisipkan satu halaman terakhir yang tenang dalam buku petualangannya yang penuh riuh. Atas permintaan itu pula, keluarga memohon dengan sangat agar siapa pun yang ingin menghormati mendiang tidak mengirim bunga papan, parcel dukacita, atau datang langsung ke rumah duka. Tak ada sesaji, tak ada doa berjamaah, bahkan kunjungan pun tidak mereka persilakan. Mereka hanya meminta ruang sederhana agar Toriyama bisa kembali ke tanah dengan damai, sebagaimana ia menghiasi masa hidupnya dengan cerita-cerita yang mengajak jutaan pembaca bermimpi.

Beberapa karya Akira Toriyama yang paling melekat di ingatan publik adalah serial Dr. Slump, komedi science-fiction yang menghebohkan televisi Indonesia pada dekade 1980-an, serta Dragon Ball, petualangan aksi-bertarung yang sejak awal 1990-an terus menambah penggemar baru di seluruh dunia.

Exit mobile version

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.

getyourgreenbacktompkins.org