StudioKctus

Bank Dunia: Amerika Latin Memasuki Resesi

Resesi amerika latin dunia Perekonomian Amerika Latin dan Karibia diproyeksikan akan menyusut 1,3 persen pada 2016, melanjutkan tren pelemahan yang sudah terjadi sejak tahun sebelumnya. Pada 2015, kawasan ini tercatat hanya tumbuh negatif 0,7 persen, menandai perlambatan yang semakin dalam akibat harga komoditas yang terus tertekan, ketidakpastian global, serta berkurangnya permintaan dari mitra dagang utama. Pembahasan ini menyoroti resesi amerika latin dunia.

Ini adalah pertama kalinya dalam tiga dekade terakhir bahwa Amerika Latin dan Karibi mengalami resesi selama dua tahun berturut-turut.

Para ahli memperkirakan ekonomi kawasan ini mulai bangkit kembali pada 2017. Bank Dunia menyatakan bahwa, setelah sempat lesu, kawasan ini secara bertahap akan kembali meraih momentum dan berpotensi tumbuh sekitar 2 persen pada 2018.

Bank Dunia menyebut bahwa ekonomi Amerika Selatan diperkirakan tumbuh sekitar 2,8% tahun ini, diikuti oleh peningkatan kecil pada 2017. Peningkatan ini didukung oleh hubungan yang semakin membaik dengan Amerika Serikat serta adanya ekspor yang kuat, terutama dari hasil produksi di Meksiko.

Sementara itu, ekonomi Amerika Tengah diperkirakan berkembang sebesar 2,7 persen pada 2016, sedangkan kawasan Karibia diproyeksi tumbuh 2,6 persen. Jika kondisi global mendukung, kinerja keduanya masih bisa melaju lebih cepat pada 2017 hingga 2018 seiring perbaikan permintaan dunia, investasi infrastruktur, serta stabilitas politik yang terus terjaga.

Brasil diperkirakan akan menyusut 4 persen pada 2016, dan resesi yang dialaminya diprediksi akan terus berlanjut hingga 2017. Kondisi ini memburuk akibat berbagai tantangan berat yang mereka hadapi, mulai dari kebijakan fiskal yang semakin ketat, lonjakan angka pengangguran, merosotnya pendapatan masyarakat, hingga ketidakpastian politik yang membayangi stabilitas ekonomi negara tersebut.

Exit mobile version