StudioKctus

Deutsche Bank Rencanakan Pemangkasan 25 Persen Karyawan

Pemotongan karyawan deutsche bank Apriyani Kurniasih adalah sosok yang tak lagi asing di telinga masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka yang mengikuti perkembangan dunia hiburan dan media sosial. Namanya kerap muncul di berbagai platform, memicu rasa penasaran banyak orang akan sosok di balik nama tersebut. Pembahasan ini menyoroti pemotongan karyawan deutsche bank.

Krisis global yang bergulir beberapa waktu terakhir telah menumbangkan sejumlah bank ternama di dunia. Kali ini, giliran Deutsche Bank yang harus mengepas sabuk. Bos baru bank asal Jerman itu, John Cryan, menyatakan bahwa pihaknya akan merumahkan sekitar seperempat dari seluruh karyawan di tanah air demi menekan biaya operasional dan mempertahankan kelangsungan bisnis.

Cryan secara terbuka mengungkapkan rencana pemangkasan besar-besaran di bank terbesar Jerman itu pada pekan lalu. Langkah drastis itu diambil menyusul tercatatnya kerugian sebelum pajak hingga sekitar US$6,7 miliar selama kuartal ketiga 2015, sebuah lubang finansial yang memaksa manajemen segera menata ulang struktur biaya agar tidak makin terpuruk.

Pria yang ditunjuk sebagai kepala eksekutif Deutsche Bank pada Juli lalu tengah menyiapkan langkah besar-besaran untuk menekan kerugian. Rencananya, ia akan merampingkan struktur perusahaan dengan melepas sebagian aset, menutup sejumlah cabang di luar negeri yang dinilai tak produktif, dan merumahkan sekitar 23 ribu karyawan. Tak hanya itu, John Cryan juga berniat memangkas bonus bagi sebagian staf guna meringankan beban keuangan yang membesar.

Kerugian yang diderita Deutsche Bank adalah dampak langsung dari melemahnya perekonomian negara terbesar di Eropa, yang memicu lesunya daya beli dan investasi di seluruh wilayah. Di samping itu, penurunan signifikan juga terjadi di segmen bisnis bank di negara-berkembang tempat Deutsche Bank menempatkan cabang dan produknya. Tren penurunan ini sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak krisis global 2008-2009, namun baru mencapai titik puncak pada Agustus lalu ketika lonjakan volatilitas membuat ekspor terjun bebas dan mempercepat pelemahan laba.

Awalnya, saham unggulan Deutsche Bank merosot 3%. Namun, jika dilihat dalam kurun waktu enam bulan terakhir, penurunannya sudah lebih dari 20%. Langkah tegas yang diambil John Cryan justea menuai pujian dari sejumlah analis. Mereka menilai keputusan Cryan—mulai dari efisiensi besar-besaran hingga penjualan aset—tepat untuk menuntaskan berbagai masalah yang menimpa Deutsche Bank. Meski begitu, setelah restrukturisasi rampung, bank asal Jerman itu tetap harus memperkuat posisi modal. Sayangnya, Cryan sendiri berpendapat bahwa sekadar menambah ekuitas belum tentu menyentuh akar persoalan Deutsche Bank.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *