StudioKctus

Empat Negara Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Global

Negara pendorong pertumbuhan ekonomi Prospek pertumbuhan di sejumlah negara kini dianggap sebagai kunci utama dalam menentukan laju pertumbuhan ekonomi global. Dalam Survei CEO Global Tahunan yang dirilis PwC, para CEO dari berbagai perusahaan besar menilai bahwa Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, dan Inggris masih menjadi negara-negara dengan prospek pertumbuhan paling menjanjikan dalam 12 bulan ke depan. Menariknya, Meksiko dan Uni Emirat Arab berhasil masuk ke dalam daftar sepuluh besar, menggeser posisi Indonesia dan Australia yang sebelumnya juga menjadi fokus utama. Pembahasan ini menyoroti negara pendorong pertumbuhan ekonomi.

Dennis Nally, Global Chairman PwC, menyatakan bahwa kepercayaan para pemimpin perusahaan terhadap prospek pertumbuhan—baik untuk ekonomi global maupun untuk perusahaan mereka sendiri—telah terpukul keras. Ketidakpastian yang berkepanjangan membuat mereka semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan strategis. Ancaman yang dihadapi pun kini tidak lagi monolitik atau mudah diprediksi; ia hadir dalam bentuk yang lebih kompleks dan saling terkait, melintasi berbagai dimensi. Mulai dari ketegangan geopolitik yang memengaruhi rantai pasok global, perubahan regulasi yang tak menentu, risiko keamanan siber yang terus berkembang, hingga perubahan ekspektasi masyarakat dan warga negara yang kini lebih kritis terhadap peran serta perusahaan. Tak hanya itu, reputasi perusahaan—yang dulu dianggap sebagai aset intangible—kini menjadi salah satu faktor paling rentan terhadap guncangan publik dalam waktu singkat.

“Saat ini para CEO menghadapi spektrum risiko yang belum pernah mereka temui sebelumnya: ancaman yang tak hanya menargetkan keuntungan komersial perusahaan, melainkan juga langsung menyasar kepentingan nasional,” ujar Dennis.

Dennis menambahkan, bahwa proyeksi bernada pesimistis untuk satu tahun ke depan semakin diperkuat oleh posisi Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, dan Inggris sebagai negara-negara yang dianggap paling krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global. Ironisnya, meskipun diharapkan menjadi mesin pertumbuhan, keempatnya justru kini tampak lesu. Fakta bahwa para CEO dunia terus menyebut keempat negara tersebut sebagai “tempat aman” justru menggarisbawahi ketidakyakinan yang makin mendalam—seolah tak ada lagi wilayah baru yang benar-benar menjanjikan untuk menjadi sumber pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Lebih khusus lagi soal ASEAN dan Indonesia, Irhoan Tanudiredja, Senior Partner PwC Indonesia, menilai bahwa dalam jangka panjang, 57 persen CEO di kawasan ASEAN sangat optimis terhadap prospek pertumbuhan bisnis selama tiga tahun ke depan. Angka ini naik tiga poin dibandingkan tahun lalu dan delapan poin di atas rata-rata global yang hanya 49 persen.

Bagi para CEO di Asia Tenggara, Indonesia tetap dianggap sebagai salah satu pasar paling krusial untuk mendorong pertumbuhan dalam dua belas bulan ke depan. Dalam survei terbaru, 49% responden menunjuk China sebagai negara paling menjanjikan, disusul Amerika Serikat (42%), sementara Indonesia dan Vietnam berada di posisi ketiga dengan masing-masing 19% suara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.