Kelola gerd setelah lebaran Saat menyambut Idulfitri 1446 H, meja rumah tampak seperti pameran kuliner: rendang yang beraroma kari menggoda, ketupat lembut berpadu kuah opor ayam gurih, semur daging yang mengkilat, serta aneka kue manis berlapis gula. Semuanya hadir dalam rentetan hari Lebaran, mengundang selera sekaligus mengingatkan bahwa sebagian besar hidangan ini tinggi lemak dan mudah memicu asam lambung. Pembahasan ini menyoroti kelola gerd setelah lebaran.
dr. Maya Wardhani, Provider Credentialing & Claim Cashless Medical Advisor Allianz Life Indonesia, mengungkapkan bahwa setiap masa Lebaran berlalu deretan keluhan kesehatan pun muncul. Salah satu yang paling sering terdengar adalah rasa tidak nyaman yang menjalar dari perut hingga ke dada, sering kali disertai mual. Kondisi ini umumnya dialami setelah sepekan penuh menyambut tamu dengan hidangan berlimpah dan jadwal makan yang berubah-ubah.
Menurutnya, gejala itu merupakan tanda dari GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease, yaitu gangguan kronis yang timbul ketika asam lambung secara berulang naik ke kerongkongan dan memicu iritasi.
Gejala ini kerap muncul setelah Lebaran karena tubuh mendadak diporsir pola makan yang berubah drastis. Selama sebulan puasa, jam makan terjadwal, porsi terukur, dan menu lebih terkontrol; begitu takbiran berkumandang, jam makan hilang, porsi membengkak, serta hidangan manis dan berlemha menjadi tamu istimewa di meja makan. Akibatnya, lambung protes, berat badan melambung, dan energi turun drastis, ujarnya, dikutip Selasa, 8 April 2025.
Akibatnya, kata dia, sejumlah gejala GERD mulai muncul dan mengganggu. Ada sensasi terbakar di ulu hati hingga dada yang kerap kali muncul setelah makan, perut terasa kembung, sulit menelan makanan, bahkan sensasi seperti ada benjolan di tenggorokan yang tak juga hilang. Semua ini membuat penderitanya terus merasa tidak nyaman sepanjang hari.
Jika perut terasa mulas, kembung atau mual, jangan buru-buru minum obat. Menurut dr. Maya, langkah awal yang lebih aman adalah mencoba beberapa kebiasaan sederhana di rumah. Cara-cara ini tak hanya menenangkan lambung, tetapi juga menekan risiko gejala kambuh lagi, sehingga Anda bisa beraktivitas tanpa terganggu rasa tidak nyaman di ulu hati.
Pisang dengan keasaman netralnya terbukti ampuh menetralkan asam lambung berlebih. Sementara itu, lidah buaya tidak hanto berperan sebagai antiradang alami, tetapi juga mampu menekan produksi asam lambung agar tetap dalam batas normal. Oatmeal menambah deretan makanan penyelamat; kandungan seratnya yang tinggi membantu sistem pencernaan bekerja lebih efisien sehingga kadar asam lambung perlahan turun.
Air putih hangat membantu mengencerkan asam lambung yang diperlukan tubuh untuk memecah makanan dan menyerap nutrisi. Minumnya secara perlahan dapat meredakan nyeri ulu hati, mengurangi kembung, sekaligus memperlancar seluruh rangkaian pencernaan sejak makanan masuk hingga sisa-sisanya siap dikeluarkan.
Menjaga porsi makan agar tidak berlebihan serta memperhatikan keseimbangan gizi ternyata berperan besar dalam menekan lonjakan asam lambung. Cara sederhana ini bisa dimulai dengan mengurangi hidangan tinggi lemak dan pedas, mengunyah perlahan, serta menghindari makan tepat sebelum tidur. Selain mengatur menu, menjaga berat badan tetap ideal juga penting karena timbunan lemak di sekitar perut akan mendorong lambung ke atas sehingga katup kerongkongan lebih mudah terbuka dan cairan asam lambung naik—kondisi inilah yang memicu GERD.
Kurangi atau hindari makanan yang tinggi lemak, bersifat asam, dan berbumbu pedas karena semua itu bisa memicu produksi asam lambung. Begitu pula dengan minuman bersoda, kopi, cokelat, serta jenis minuman yang mengandung mint; semuanya berisiko memperburuk gejala mulas dan asam lambung naik.
Berbaring segera setelah makan bisa memperberat gejala dispepsia, mulai dari perut terasa penuh dan tidak nyaman, kembung, hingga mual yang mengganggu. Saat tubuh dalam posisi mendatar, gravitasi tak lagi membantu makanan turun ke usus; akibatnya, bolus makanan tertahan lebih lama di lambung. Lambung yang masih penuh ini tak hanya menekan sfingter esofagus bawah sehingga risiko refluks meningkat, tetapi juga memperlambat fase pengosongan lambung. Akibatnya, makanan yang seharusnya mulai dicerna di usus halus justru tertunda, enzim pencernaan tak disekresi tepat waktu, dan penyerapan nutrisi pun menjadi tidak optimal.
Antasida adalah obat bebas yang bisa langsung dibeli tanpa resep dokter. Ia bekerja dengan cara menetralkan asam lambung yang berlebihan sehingga gejala seperti perih, mual atau kembung pun mereda dan perut terasa lebih nyaman.
Hal terpenting ketika perut mulai terasa tidak nyaman adalah jangan langsung panik. Sensasi mulas, mual atau panas yang naik ke dada memang mengganggu, tapi bukan tanda bahaya yang tak terkendali. Kondisi GERD memang kambuh saat katup antara lambung dan kerongkongan melemah, namun gejalanya bisa dipangkas dengan menata ulang gaya hidup: makan dalam porsi kecil tapi sering, hindari makan tiga jam sebelum tidur, kurangi kopi, cokelat dan makanan tinggi lemak, serta beri tubuh waktu untuk bergerak ringan setiap hari. Dengan rutinitas baru ini, lambung perlahan berhenti “protes” dan tubuh kembali berjalan normal tanpa obat yang menimbulkan efek samping.
Dengan menjalankan berbagai langkah pengobatan mandiri yang telah dijelaskan, Anda diharapkan dapat lebih disiplin memilih makanan: mencukupi porsi, mengutamakan gizi seimbang, dan menghindari kebiasaan makan berlebihan. Pola makan seperti itu bekerja menurunkan risiko lonjakan asam lambung sehingga gejala GERD tidak kambuh atau justru memburuk.
Namun, bila gejala GERD tak kunjung mereda atau justru makin mengganggu—misalnya muncul sesak napas yang tak tertahankan, nyeri dada menekan, atau sensasi terbakar di ulu hati yang menjalar hingga ke leher—jangan tunggu. Segeralah menghubungi dokter; manfaatkan pula layanan telemedicine yang buka 24 jam. Dengan begitu Anda bisa langsung berdiskusi dengan dokter spesialis gastroenterologi, memperoleh penjelasan lengkap, serta rencana penanganan lebih lanjut tanpa harus mengantri di rumah sakit.
Beberapa tips di atas diharapkan bisa mempermudah masyarakat untuk segera pulih dan kembali bugar. Langkah-langkah sederhana itu menunjukkan kepedulian Allianz Indonesia agar setiap orang tetap produktif tanpa mengabaikan kesehatan pencernaannya—sektor yang kerap terlupakan padahal berperan besar dalam membangun daya tahan tubuh secara menyeluruh, imbuhnya menutup pembicaraan.
