Jakarta – Hubungan bilateral Indonesia dan India di bidang pertahanan memasuki babak baru. Hari ini, demonstrasi teknologi RF-Cyber Intelligence Solutions oleh perusahaan India, Shyam VNL Private Limited, di Jakarta, menjadi penanda penting.
Acara yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kemhan RI ini bukan hanya soal transfer teknologi, tetapi juga tentang pembentukan poros strategis baru dalam menghadapi tantangan keamanan siber global.
Tingginya minat pemerintah Indonesia terhadap teknologi ini terlihat dari daftar kehadiran yang masif. Pejabat setingkat Kepala Staf Angkatan, Komandan Korps Brimob, hingga Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) turut serta.
Hal ini menggarisbawahi komitmen serius Indonesia untuk memperkuat kapasitas nasionalnya dalam menghadapi ancaman digital.
Brig Ajoy Mukherjee, Senior Strategic Advisor Shyam VNL, menekankan bahwa solusi yang mereka tawarkan, mulai dari sistem pendeteksi ponsel di titik masuk hingga teknologi pengaman ruang rapat, sepenuhnya berbasis kekayaan intelektual India.
Ini menunjukkan kapabilitas India sebagai kekuatan teknologi pertahanan yang patut diperhitungkan. Bagi Indonesia, kerja sama ini menawarkan peluang untuk mendapatkan teknologi canggih dari negara yang memiliki kesamaan tantangan geografis dan keamanan.
Kerja sama dengan India, yang dikenal sebagai salah satu kekuatan teknologi informasi global, dapat menjadi jalan bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada vendor teknologi dari negara-negara Barat.
Hal ini tidak hanya memperkuat posisi tawar Indonesia, tetapi juga membuka peluang kolaborasi industri pertahanan nasional, seperti PT Pindad dan PT LEN, untuk berinovasi dan bersaing di pasar global.
Demonstrasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid bagi kedua negara untuk memperdalam kerja sama dalam membangun kedaulatan siber yang mandiri dan tangguh.***
