Jakarta – Di tengah meningkatnya ancaman penyadapan dan infiltrasi digital, Indonesia mengambil langkah strategis dengan menjajaki teknologi canggih dari India.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menggelar demonstrasi langsung produk Mobile RF-Cyber Intelligence Solutions dan Secure Mobile Broadband Communication Systems dari perusahaan India, Shyam VNL Private Limited.
Acara ini bukan sekadar pameran teknologi, melainkan respons serius pemerintah terhadap potensi kebocoran data dan komunikasi di institusi-institusi vital.
Kegiatan yang dihadiri oleh pejabat strategis dari berbagai lembaga, mulai dari Mabes TNI, Polri, BIN, hingga BSSN, menunjukkan bahwa isu keamanan siber menjadi perhatian lintas sektor.
Teknologi yang diperkenalkan, seperti Secure Meeting Guard yang mampu mendeteksi dan memblokir perangkat penyadap di ruang rapat, serta EPMPDS untuk melacak perangkat seluler di titik-titik vital, secara langsung menjawab tantangan keamanan yang selama ini sulit diatasi.
Salah satu fokus utama adalah pengamanan komunikasi internal. Dengan teknologi Prison Communication Guard (PCG), institusi pemasyarakatan kini bisa menjamin komunikasi di dalam lapas benar-benar terisolasi, mencegah koordinasi kejahatan dari dalam.
Sementara itu, untuk operasi militer, Soldier Information System (SIS) dirancang untuk memberikan kesadaran situasional secara real-time, sebuah elemen krusial dalam pertempuran modern.
Demonstrasi ini menegaskan bahwa strategi pertahanan Indonesia tidak lagi hanya berfokus pada alutsista fisik, tetapi juga pada penguasaan teknologi intelijen dan komunikasi.
Kolaborasi dengan Shyam VNL dari India menjadi pintu masuk bagi Indonesia untuk memperkuat pertahanan non-fisik dan membangun ketahanan nasional di era peperangan digital. ***
