Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada tanggal 27 Januari 2021, Xi Jinping mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan kepada publikasi untuk menerbitkan pidato pada akhir pekan ini.
Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan bahwa China harus membangun sebuah pencairan mata uang yang kuat yang digunakan secara luas di perdagangan internasional, investasi dan pasar luar negeri untuk mencapai status sebagai cadangan mata uang global.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada tanggal 27 Januari 2021, Xi Jinping mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan kepada publikasi untuk menerbitkan pidato pada akhir pekan ini.
Dalam pidato kepada pejabat tingkat provinsi, Xi Jinping menguraikan ciri-ciri utama negara-negara yang kuat secara ekonomi: dasar ekonomi yang kuat, kekuatan teknologi terkemuka, lembaga keuangan yang kompetitif, pusat keuangan internasional yang berpengaruh, mata uang yang dapat diandalkan dan digunakan secara luas.
Para pemimpin Tiongkok mengatakan bahwa meskipun ekonomi Tiongkok telah berada di urutan terdepan dunia dalam hal aset perbankan, cadangan luar negeri, dan ukuran pasar modal, namun masih dalam kondisi tumbuh dan tidak kuat.
Dalam pidato itu, Beijing memperkuat upaya untuk menginternasionalkan dan meningkatkan stabilitas uang tersebut dalam situasi ketidakpastian pasar global dan semakin meningkatnya keraguan terhadap kekuatan dolar.
Namun, analis seperti Goldman Sachs mengatakan bahwa menurut laporan pada bulan Januari, nilai yuan masih di bawah 25 persen dari nilai wajarnya.
Beijing memiliki sikap hati-hati: Bank sentral cenderung lebih stabil untuk mata uang tetapi menghindari kenaikan nilai yang cepat. Meskipun demikian, penggunaan internasional dari yuan masih terbatas.
Setelah itu, pemerintah China mulai mengumpulkan pajak dan suku bunga langsung dari perusahaan pertambangan China dengan uang itu pada bulan Januari, kemudian menggunakannya untuk pembiayaan impor dan pembayaran utang ke Beijing.
Menurut sumber yang dikutip dari Hong Kong, keputusan itu pertama kali mencerminkan kebutuhan mendesak Zambia untuk mengurangi kekurangan dolar dan mengelola utang yang lebih baik, tetapi juga merupakan kemajuan yang teoritis dari strategi China untuk mendorong yuan sebagai alternatif bagi negara yang sangat bergantung pada perdagangan Tiongkok.
Prof Charles Mack, dari Universitas Bristol, berkomentar: “Mengambil uang dari kreditor dan mitra perdagangan terbesarnya, pemerintah sedang mengambil langkah-langkah yang masuk akal untuk mengurangi biaya transaksi dan meringankan tekanan pembayaran internasional”.
Xi Jinping mengatakan bahwa kekuatan ekonomi yang sesungguhnya membutuhkan sistem hukum yang baik, pengawasan yang efektif dan sejumlah besar bakat keuangan berkualitas tinggi selain stabilitas makroekonomi.





















