Kementerian Keuangan sedang menyelidiki apakah hacker telah mengambil jutaan data pribadi dari basis data mereka.
Striker mengklaim bahwa mereka menjual database yang diperbarui yang berisi 47.3 juta nama warga negara, termasuk nomor DNI, nama lengkap, alamat tinggal, nomor telepon, alamat email, rincian bank, dan informasi keuangan terkait pajak.
Kementerian Keuangan mengatakan bahwa mereka akan melakukan penyaringan untuk memastikan apakah sistemnya telah rusak.
Saat ini, Kementerian Keuangan belum mengetahui tentang serangan hacker yang diduga terjadi, sehingga perangkap dapat mengakses basis data, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan pelanggaran, dan pejabat keamanan harus terus menangani ancaman yang dilaporkan.
