StudioKctus
Budaya  

YSRCP protes di kantor DGP Andhra soal pembunuhan aktivis Dalit

Amaravati, para pemimpin YSRCP mengadakan demonstrasi pada hari Senin di depan kantor DGP Andhra Pradesh setelah polisi dilaporkan menolak izin mereka untuk mengajukan keluhan tentang dugaan pembunuhan seorang aktivis Dalit.

YSRCP melakukan protes di kantor DGP Andhra atas pembunuhan aktivis Dalit

YSRCP YS Jagan Mohan Reddy menuduh pemimpin TDP memukul Mandu Salman dengan tongkat besi dan membunuhnya saat ia baru-baru ini mengunjungi istrinya yang sakit.

Partai oposisi mengorganisir demonstrasi di depan kantor DGP. Pemimpin oposisi mereka ditolak izin polisi untuk mengajukan keluhan terkait pembunuhan aktivis Dalit Manda Salman, kata sebuah pernyataan dari YSRCP.

Partai oposisi mengklaim bahwa polisi menolak untuk mengadakan pertemuan dengan DGP, memaksa para pemimpin untuk melakukan dharna di luar kantor, setelah itu DGP tambahan mendapatkan perwakilan mereka.

YSRCP mengklaim bahwa pembunuhan Salman adalah pembunuhan yang disponsori pemerintah dan menuduh polisi tidak mencatat FIR yang tepat dalam kasus tersebut dan mencatat kasus yang mengejutkan terhadap aktivis yang meninggal itu sendiri.

“Kami awalnya tidak diizinkan untuk melihat tubuh Salman dan polisi hanya bertindak setelah YS Jagan Mohan Reddy mengatakan bahwa dia akan datang secara pribadi dan melakukan pemakaman”, kata pemimpin senior YSRCP dan mantan menteri Merugu Nagarjuna dalam sebuah pernyataan.

Oposisi menyatakan tidak ada kejahatan serius terhadap Dalits, wanita dan anak-anak yang tercatat.

Demikian juga, mantan MLA Gurasala Kasu Mahesh Reddy mengklaim bahwa negara bagian tersebut terancam dalam ketidakpatuhan, dengan mengklaim bahwa polisi tidak mengambil tindakan terhadap penyerang dan sebaliknya mencatat kasus terhadap orang-orang yang meninggal.

Ia juga mengklaim bahwa keluarga Salman dilarang melakukan upacara ekstrim menurut adat istiadat agama dan bahwa pihak berwenang menuntut kartu Aadhaar bahkan untuk pemakaman.

YSRCP mengatakan bahwa mereka akan mengajukan ke Mahkamah Agung melalui PIL dan akan terus berantakan sampai keadilan dikembalikan kepada keluarga Salman.

Para pemimpin partai oposisi dihina di kantor DGP dan mempertanyakan apakah polisi bekerja untuk rakyat atau bertindak di bawah pengaruh politik, kata laporan itu.

YSRCP menuntut 1 crore untuk keluarga Salman dan tindakan terhadap MLA TDP Yarapathineni Srinivas Rao terkait kasus ini.

Pada saat yang sama, Gubernur TDP tidak merespons.

Artikel ini dihasilkan dari feed otomatis dari kantor berita tanpa perubahan teks.

Sumber

Exit mobile version

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.