ADAMUZ, Spanyol (Reuters) – Para penyelidik yang menelusuri penyebab kecelakaan kereta cepat di Spanyol pada hari Minggu yang menewaskan sedikitnya 39 orang menemukan sambungan rel yang patah, demikian disampaikan sumber yang mengetahui penyelidikan awal musibah tersebut.
Gerbong yang lepas dari rel menabrak kereta yang sedang mendekat, mendorongnya keluar dari rel dan jatuh ke tanggul, dalam salah satu bencana kereta api terburuk di Eropa modern.
Kecelakaan terjadi dekat Adamuz, di provinsi Córdoba, bagian selatan negara itu, sekitar 360 km di selatan ibu kota Madrid.
Para teknisi setempat yang meneliti rel menemukan keausan pada sambungan antarbagian rel yang disebut penutup kontak. Menurut sumber, hal itu menunjukkan kerusakan sudah terjadi sejak lama.
Mereka menyimpulkan bahwa sambungan yang rusak menyebabkan terbentuknya celah antar bagian rel kereta api, yang membesar seiring berjalannya kereta di atasnya.
Sumber yang tidak bersedia diidentifikasi karena masalah ini sensitif mengatakan bahwa teknisi meyakini konektor yang rusak menjadi kunci untuk mengetahui penyebab kecelakaan.
Komisi Investigasi Kecelakaan Kereta Api Spanyol (CIAF), yang bertanggung jawab menyelidiki penyebab kecelakaan secara menyeluruh, belum segera menanggapi permintaan komentar.
Operator kereta api Spanyol, Adif, dan Kementerian Transportasi Spanyol—yang mengawasi CIAF—juga tidak menanggapi permintaan komentar.
Álvaro Fernández Heredia, presiden Renfe yang mengoperasikan kereta kedua yang derail, mengatakan kepada Radio Cadena Ser bahwa masih terlalu dini untuk membicarakan penyebabnya. Namun, ia menambahkan bahwa kecelakaan itu terjadi dalam “kondisi yang tidak biasa” dan bahwa “kesalahan manusia hampir bisa dipastikan tidak menjadi penyebabnya.”
Kesimpulan Awal dari Audit
Vagon pertama kereta api milik perusahaan Spanyol, Iryo, melintasi celah di rel dengan selamat, namun vagon kedelapan—yang merupakan vagon terakhir—terpelanting dan menyeret vagon ketujuh serta keenam ikut tergelincir.
Iryo adalah operator kereta api swasta yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh perusahaan kereta api milik negara Italia, Ferrovie dello Stato.
Sumber tersebut menunjuk pada sebuah foto yang memperlihatkan retakan di rel vertikal, yang juga tampak dalam foto berita yang disebar oleh Guardia Civil Spanyol kepada media. Area itu ditandai dengan nomor-nomor insiden kepolisian sementara para inspektor forensik mengambil gambar.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, dan Menteri Perhubungan, Oscar Puente, berada di antara pejabat yang mengunjungi lokasi kecelakaan pada pagi senin. Setelah kejadian itu, Sanchez membatalkan rencana keberangkatannya ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
