Episode 5 musim kedua Fallout, “The Wrangler”, baru saja membuka rahasia paling besar sejauh ini. Lewat akses Norm MacLean (Moises Arias) ke terminal manajemen Vault-Tec, kita mengetahui bahwa “Usaha Perusahaan Masa Depan” yang disebut-sebut Ronnie McCurtry (Adam Faison) untuk Safe 32 dan 33 ternyata tak pernah tercatat dalam basis data Vault-Tec. Yang ada justru singkatan “FEV” yang dijelaskan sebagai “Required Evolutionary Virus”: agen pengubah gen yang dipakai untuk “meningkatkan” organisme. Lantas, virus ini apa hubungannya dengan kiamat yang menimpa dunia?
Virus Evolusioner: Senjata Mematikan di Results
Virus Evolusi Paksa (FEV) sudah muncul sejak game pertama Fallout pada 1997, saat tokoh jahat Master menggunakannya untuk membangun pasukan mutan. Di judul-judul berikutnya, FEV terus muncul sebagai pengingat: kalau perusahaan besar dan riset ilmiah tak terkendali bisa berujung malapetaka. Seperti yang ditemukan Norm, FEV adalah virus buatan yang menulis ulang DNA manusia, “memaksa” mereka berevolasi jadi makhluk lebih kuat dan tahan banting, tapi sekaligus berubah jadi Super Mutan hijau raksasa. Virus ini cepat menyebar dan hingga kini belum ada obatnya.
FEV memang diajarkan di gedung Vault-Tec, tapi sebenarnya virus ini diciptakan oleh West Tek—kontraktor pertahanan dan mitra riset utama pemerintah Amerika—di Divisi NBC (Nuklir, Biologi, Kimia). Awalnya FEV dirancang sebagai obat untuk Wabah Baru yang melanda AS pada 2050-an, tapi risetnya lalu berubah arah. West Tek menyesuaikan FEV menjadi senjata: mereka ingin mencetak tentara super. Langkah itu wajar bagi perusahaan yang sudah lama jago dalam teknologi militer, seperti Power Armor.
FEV punya keunikan: ia bisa disetel sesuai kebutuhan—mau bikin subjek lebih ganas atau justru lebih cerdas. Karena itulah Wasteland jadi tempat penuh ketegangan. Contohnya, strain Master menghasilkan mutan yang cenderung lebih pintar. Sementara itu, strain yang menyebar dari Safe 87 di Fallout 3 justru merusak otak permanen; hasilnya, kecerdasan mereka mandek di level anak-anak, tapi tubuhnya terus tumbuh tanpa henti hingga ukuran raksasa dan kekuatan luar biasa.
FEV Sudah Disediakan Petunjuk di Fallout Lama
Baru kali ini serial Fallout menyebutkan secara gamblang senjata biologis FEV, sehingga kita jadi punya petunjuk tegas untuk menebak arah akhir musim—bahkan mungkin keseluruhan cerita. Pengetahuan ini juga membuat ulasan Penatua Cleric Quintus di episode 3, “Si Pemboros”, tiba-tiba terasa lebih logis. Quintus bercerita bahwa Roger Maxson, mantan kapten Angkatan Darat AS, memberontak dan mendirikan Brotherhood of Steel setelah menyaksikan “percobaan keji pada manusia”. Percobaan itu ternyata tes awal FEV, meski Quintus tak menyebutkan namanya langsung.
Leon von Felden, pria yang di akhir musim pertama sempat muncul dalam rapat pimpinan Vault-Tec sebelum Perang Besar, ternyata sudah pernah tampak di seri Fallout sebelumnya. Saat itu ia menyarankan “menggunakan lemari besi untuk menciptakan tentara super-mutan dari imigran ilegal”. Tokoh inilah yang kemudian dilihat Maxson tengah menguji FEV pada manusia. Ia akhirnya dieksekusi anak buah Maxson selama Pemberontakan Mariposa 2077, dan kejadian itulah yang membuat Brotherhood of Steel terobsesi menimbun teknologi agar eksperimen serupa tak terulang lagi.
FEV ternyata masih dimanfaatkan berkali-kali setelah Perang Besar. Kejadian paling tersohor terjadi di Fallout 3: Vault 87 di Capital Wasteland dijadikan laboratorium FEV. Eksperimen itu memang berhasil pada beberapa orang, tapi sebagian besar penghuni vault justru rusak otaknya secara permanen. FEV juga pernah dicampurkan dengan DNA berbagai hewan, melahirkan Centaur—makhluk sulit dijelaskan yang jadi bukti betapa mengerikannya senjata biologis ini.
Bud Askins Kunci FEV di After Effects
Standard sempat melihat penjelasan singkat soal FEV sebelum Ronnie memutuskan menghancurkan terminal. Meski hanya sekilas, petunjuk itu cukup membuatnya hampir memahami kebenaran di balik bencana. Pasalnya, Ronnie pernah menjadi asisten Bud Askins—yang diperankan Michael Esper—dan tampaknya menyimpan informasi lebih banyak soal FEV ketimbang yang diungkapkan. Ingat, di musim 1 Ronnie pernah menyebut-nyebut ia ikut mengembangkan Power Shield saat masih bekerja di West Tek, meski belum jelas sejauh mana andilnya. Bila Ronnie tahu rahasia “Future Venture Ventures”, bukan tak mungkin Askins turut menggarap FEV; petunjuknya, Safe 32 dan 33 bisa jadi percobaan serupa dengan Safe 87.
FEV kini kembali jadi tanda tanya sekaligus ancaman terbesar di sisa musim kedua. Norm tampaknya berniat menggali lebih dalam soal virus ini, tapi terakhir kali kita melihatnya malah tercekik tak sadar oleh Ronnie. Alih-alih menelusuri dokumen rahasia, Norm justru bisa ‘merasakan’ FEV secara langsung kalau Ronnie berhasil membawanya ke tempat tersebut. Sementara itu, sejak kekuasaan Buds’ Buds dimulai, baik Vault 32 maupun 33—termasuk mantan penghuni Vault 31 seperti Betty dan Steph Harper—berada dalam kondisi berbahaya.
Serial Fallout bisa ditonton lewat Prime Video; tiap Rabu ada episode segar yang rilis.
