StudioKctus
Berita  

Warganet Diserang Rindu, Ramai-ramai Balik ke 2016 di Medsos

Jumat, 16 Januari 2026 pukul 13.31 WIB Warganet tiba-tiba didera rindu; mereka berbondong-bondong mengubah tampilan medsos jadi nuansa 2016—mulai dari foto profil, filter, hingga meme lawas—seolah ingin kembali ke masa yang dianggap lebih sederhana.

Jakarta – Januari biasanya identik dengan resolusi dan cita-cita baru. Tapi begitu memasuki 2026, suasana di media sosial malah berbalik: pengguna ramai-ramai bernostalgia dan membawa kembali nuansa tahun 2016.

Belakangan ini linimasa media sosial diramaikan oleh tagar #2016. Netizen berbondong-bondong mengunggah kenangan tujuh tahun lalu, mulai dari foto lawas, meme kocak, hingga cuplikan video yang sempat viral di masa itu. Gelombang nostalgia ini bermula ketika sejumlah akun besar men-share postingan tahun 2016, memicu warganet lain ikut serta dan akhirnya membuat tagar tersebut trending di berbagai platform.

Warganet Diserung Rindu, Ramai-ramai “Balik ke 2016” di Medsos Jakarta – Mulai dari Twitter hingga TikTok, tagar #2016 lagi ramai. Bukan karena tren baru, melainkan warganet yang tiba-tiba kangen masa-masa enam tahun lalu: warna filter Instagram yang khas, lagu-lagu hits Chainsmokers, hingga Pokémon GO yang bikin orang keluar rumah berbondong-bondong. Mereka saling unggah cuplikan layar ponsel lama, foto-foto kala selfie masih pakai tongsis, dan screenshot Path—yang sekarang sudah tutup. Rasa rindu ini meledak setelah seseorang mengunggah daftar “hal-hal 2016” dan bertanya, “Seberapa besar 2016 bikin kalian nangis kangen?” Balasannya puluhan ribu, membuat algoritma medsos ikut mendorang topik tersebut ke deretan teratas.

Alih-alih membahas tren terbaru atau resolusi tahun baru, netizen di berbagai media sosial malah sibuk bernostalgia dan merayakan kenangan dari sepuluh tahun lalu.

Gegapan ini kemudian mencuatkan narasi yang ramai di media sosial: 2026 dianggap sebagai “versi baru dari 2016”. Kini, linimasa Facebook, X, hingga TikTok dipenuhi konten throwback—foto lawas, filter khas 2016, hingga lagu hits yang sempat menggema satu dekade lalu.

Tak cuma sekadar nostalgia, tumpahan rindu itu memuncak setelah warganet menemukan foto lawas atau meme khas 2016 yang tiba-tiba lewat di linimasa. Mulai dari pose ala-ala di kafe bertuliskan “Keep Calm” sampai filter burung hantu Snapchat yang sempat jadi tren, semua diunggah ulang dengan keterangan “2016 was a vibe”.

Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari Dinas Bina Marga diduga menebang pohon di wilayah Kebayoran Lama tanpa izin. Pohon yang ditebang tersebut kini menjadi sorotan karena diduga ada imbalan di balik tindakan tersebut.

Beberapa hari terakhir, kerinduan akan 2016 berubah jadi tren massal. Jutaan pengguna Instagram, TikTok, hingga Twitter bersama-sama mengunggah foto lawas, menerapkan filter Instagram klasik seperti Aden dan Valencia, lalu membuat video kompilasi yang memajang ikon-ikon khas era itu—mulai dari lagu PPAP hingga filter dog di Snapchat.

Tagar #2016 tiba-tiba ramai lagi di TikTok, sudah dipakai lebih dari 1,7 juta kali. Videonya bervariasi: ada yang pamer gaya 2016 ala skinny jeans dan choker, ada pula yang ikut tantangan lama seperti bottle flip challenge atau mannequin challenge yang dulu hits.

Warganet Diserung Rindu, Ramai-ramai “Balik ke 2016” di Medsos Jakarta – Akhir-akhir ini timeline media sosial tiba-tiba dipenuhi unggahan bernuansa tahun 2016. Mulai foto-foto filter Instagram khas era tersebut, meme “tahun politik”, hingga cuplikan lagu-lagu yang sempat hits lima tahun lalu. Banyak pengguna mengaku “kangen” suasana 2016 dan ikut memamerkan kenangan pribadi mereka di tahun itu. Fenomena ini bermula ketika sejumlah akun twitwar membandingkan situasi 2016 dengan kondisi sekarang. Cuitan yang menuliskan “2016 terasa lebih ceria” dibalas ribuan kali, lalu memunculkan tagar #2016Challenge yang menjadi trending topic selama dua hari. Tak mau ketinggalan, pengguna Instagram dan TikTok meniru tren serupa lewat kolase foto serta video lip-sync menggunakan backsound hits 2016. Psikolog media sosial, Indah Permata Sari, mengatakan lonjakan postingan nostalgia merupakan cara warganet mengatasi kejenuhan informasi saat ini. “Mengingat masa yang dianggap ‘lebih sederhana’ bisa jadi pelarian sehat,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (8/6). Ia menambahkan, tren seperti ini biasanya mereda setelah satu-dua minggu, tapi bisa berulang kapan pun pengguna merasa butuh hiburan ringan. Sementara itu, data per 7 Juni menunjukkan tagar #2016Challenge telah dipakai lebih dari 180 ribu kali di Twitter, sementara rekaman TikTok berlabel “2016 nostalgia” ditonton rata-rata 1,3 juta kali. Sebuah survei daring yang dihel oleh akun @trendwatchID juga menunjukkan 62 persen dari 2.700 responden merasa “lebih bahagia” saat mengingat suasana 2016, meski hanya 23 persen yang bisa menjelaskan alasan pastinya. Meski dinilai sekadar hobi, tren balik ke 2016 ini berhasil membuat berbagai akun nostalgia bermunculan kembali. Akun-akun yang sempat vakum sejak 2017 pun kembali aktif membagikan foto lama, meme, hingga thread Twitter yang sempat viral lima tahun silam.

My Fishing Brainrots yang tengah ramai di Roblox ternyata punya cara main unik yang bikin pemain susah berhenti.

Bagi sebagian besar pengguna, tahun 2016 terasa seperti masa “jeda” di media sosial: masih longgar, belum dikejar algoritma, dan belum dipusingkan tren yang datang silih berganti.

Salah satu postingan yang paling ramai dibahas berasal dari akun TikTok @taybrafang. Ia mengunggah video montase momen-momen ikonik tahun 2016 tepat saat pergantian tahun. Dalam teks videonya ia menulis, “Satu dekade lalu malam ini,” seperti dikutip People pada Jumat, 16 Januari 2026.

Video itu menampilkan potongan tren pop 2016: aplikasi Musical.ly, filter flower crown, serta lagu hip-hop dan pop yang waktu itu menduduki tangga lagu. Cuplikan singkat ini langsung memicu banjir komentar bernuansa nostalgia dan memunculkan unggahan serupa dari pengguna lain.

Di media sosial, semakin banyak warganet yang mengaku merindukan tahun 2016. Mereka menganggap masa itu lebih “ringan”, baik dari urusan pribadi maupun keadaan sosial. Memang belum tentu sempurna, tapi 2016 sering dibayangkan sebagai waktu sebelum krisis global dan kejutan digital makin mencekam.

Tren bernostalgia juga kencang di dunia musik. Di TikTok dan Reels, lagu hits dari sepuluh tahun lalu tiba-tiba jadi backsound andalan. “Panda”, “Lean On”, “Black Beatles”, “Starboy”, sampai “Love Yourself” lagi ramai lewat di beranda.

Beralih ke Halaman Berikutnya

Banyak yang bilang, begitu lagu-lagu itu berputar, mereka langsung merasa tenang dan akrab, seolah dunia yang terus melaju kencang bisa sedikit melambat.

Exit mobile version

Di antara banyaknya opsi, situs slot gacor hari ini yang satu ini menawarkan bonus selamat datang yang menguntungkan.

Informasi lengkap mengenai aplikasi dapat dilihat di tobrut888 bagi yang ingin berlatih atau sekadar bersenang-senang.