Penulis : Redaksi
Sumber : Targetnews.com
SBNews – Subang | Terkait pemberitaan oknum pemborong nakal, yang tidak memenuhi syarat kewajiban dalam merehabilitasi pembangunan ruang kelas Sekolah Dasar di SDN R. A Kartini, mengintimidasi wartawan media online. Minggu, (12/11/2017)
Dari hasil pemberitaan wartawan media online, mengenai pengerjaan rehabilitasi ruang kelas di SDN R. A. Kartini berlanjut dengan ancaman dan pelecehan. Yang dilakukan oleh oknum suruhan entah oleh siapa yang menyuruh berinisial (On), yang mengaku dirinya sebagai pelaksana rehabilitasi ruang kelas di Sekolah Dasar tersebut. Perkataan yang tidak wajar pun, terlontar dari percakapannya.
“Tadi jam 6 pagi Sabtu 11/11/2017, saya ditelepon oleh BR, Ketua DPRD Kabupaten Subang. Melalui via telepon seluler pribadi saya. Beliau memerintahkan saya mukulin wartawan yang memberitakan soal pemborong nakal, ” kang tenggelan weh, (bang pukulin saja) saya bilang siap “. Ungkap pelaksana itu. ” Kedeung heula kang, urang tempo heula wartawanna pas amprok teh (sebentar bang kita lihat dulu, pas bertemu), keur mah goreng goblog deui “. (Sudah jelek tolol lagi) Ujar sang oknum.
Saya duga pemberitaan itu ada unsur politik, karena tahun depan kang Beni akan maju dalam Bakal Calon (Balon) Pemilihan Bupati (Pilbup) di Kabupaten Subang ini. Dugaannya.
Ditempat terpisah Ketua Umum GARDA RI Denis FW yang juga menjabat sebagai Ketua Korwil FPII (Forum pers Independent Indonesia) Kab. Subang sangat menyayangkan tindakan sang pejabat yang diduga sudah memerintahkan preman untuk menganiaya dan mengintimidasi wartawan “kami sangat menyayangkan tindakan beliau sebagai seorang pejabat yang seharusnya menjadi panutan dan mitra kerja ternyata malah memerintahkan preman untuk menganiaya wartawan” ujarnya
Lanjutnya “dan kami tidak akan tinggal diam dalam menyikapi kasus ini, kami akan layangkan syrat laporan dengan bukti yang kami punya ke Dewan etik DPRD Subang, Provinsi dan DPR RI Pusat serta kami juga akan layangkan surat permintaan jumpa pers kepada yang bersangkutan agar mengklarifikasi masalah tersebut, berdasarkan bukti rekaman intimidasi kepada anggota kami ” pungkas Denis.
