Kota Tangerang,
siber.news – Taman Ekspresi di Karawaci kini menjadi sorotan tajam karena masalah keselamatan publik. Tiang layanan internet (WiFi) dilaporkan roboh dan belum ditangani, menciptakan pemandangan semrawut sekaligus bahaya serius bagi pengunjung dan para pedagang di salah satu ruang publik utama kota tersebut.
Berdasarkan pantauan awak media pada Sabtu (22/11/2025), tiang tersebut miring dan kabelnya melintang rendah di atas area parkir dan trotoar. Kondisi ini merusak total estetika taman dan menimbulkan ancaman nyata berupa risiko kecelakaan dan bahaya listrik di lokasi yang seharusnya aman untuk rekreasi, terutama bagi pedagang yang beraktivitas di dalam dan sekitar taman.
Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS) melayangkan kritik keras, menuding Disbudpar Kota Tangerang gagal menjaga aset publik. Holida Nuriah, S.T., perwakilan dari GMAKS menegaskan bahwa pembiaran ini adalah kelalaian.
“Ini bukan hanya masalah teknis, tapi masalah citra kota. Disbudpar harusnya menjadi garda terdepan menjaga keamanan pedagang dan estetika taman. Pembiaran ini membuktikan kelalaian,” tegas Holida Nuriah.
Holida Nuriah menyoroti bahwa kelambanan penanganan ini dapat dikategorikan sebagai bentuk kelalaian yang mengarah pada kriminalitas korporasi oleh operator.
“Jika terjadi korban, ini adalah cerminan buruknya moralitas korporasi dan Disbudpar yang membiarkan risiko keselamatan di area publik yang ramai,” ujar Holida Nuriah. GMAKS mendesak Pemkot segera merancang tata kelola kabel bawah tanah di area strategis.
GMAKS juga mendesak Disbudpar segera berkoordinasi efektif dengan Dinas Kominfo dan operator terkait. Tuntutannya jelas: evakuasi tiang, penertiban kabel, dan pemulihan segera atas kerusakan estetika harus dilakukan secepatnya untuk mengembalikan fungsi dan keamanan Taman Ekspresi. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Disbudpar Kota Tangerang belum memberikan komentar resmi.
