Jumat, 30 Januari 2026 10h48 WIB
Jakarta Badan Manajemen Investasi Danantara (BPI) mengkonfirmasi melalui Direktur Eksekutif Manajemen Stakeholder, Rohan Hafas, bahwa semua tempat penampungan sementara, juga dikenal sebagai tempat penampung yang dibangun untuk korban banjir di wilayah Aceh dan Sumatra, memenuhi aspek keabadian.
Baca juga:
Zigo Rolanda: Pemulihan setelah bencana di Sumatra harus dapat diukur dan mematuhi peraturan
Ia menekankan bahwa meskipun ini adalah rumah sementara, namun konstruksi tempat ini sebenarnya dilakukan dengan konsep yang layak huni.
Danantara Indonesia membangun tempat ini dengan konsep yang layak, meskipun itu adalah sementara bagi masyarakat yang terkena bencana, kata Rohan dalam sebuah pernyataan yang dikutip pada Jumat, 30 Januari 2026.
Baca juga:
Rute baru Danantara Gaspol KRL, Jakarta-Cikampek dan Sukabumi siap untuk terhubung ke listrik pada 2026
Tempat perlindungan sementara atau Huntara.
Foto:
- Dokumen dari Kementerian Pekerjaan Umum
Komandan Pos Komando Regional Aceh (Kaposwil) Safrizal ZA mengatakan hal serupa. Dia mengkonfirmasi bahwa manajemen bencana di Aceh Timur dan Aceh Utara telah mendapat perhatian besar dari PRR Task Force.
Baca juga:
Danantara berharap keuntungan BUMN mencapai IDR 350 triliun pada tahun 2026
Dia menjelaskan bahwa kedua distrik mengalami dampak yang luas dan serius setelah bencana besar pada akhir 2025. Dia juga sering memaksimalkan pemeriksaan di lapangan untuk memantau kelayakan pembangunan tempat tinggal, bersama dengan pertemuan koordinasi dan konsolidasi yang terus dilakukan partai-partainya.
Tugas utama dari PRR Task Force adalah memastikan bahwa berbagai rencana tindakan secara efektif dilaksanakan di lapangan sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Tidak hanya di belakang meja, tetapi langsung saat kita mengikuti kepala BNPB seperti Wakasatgasnas, kata Safrizal.
Dia menambahkan bahwa sebuah tempat penampungan di desa Pante Rambong, di Aceh Timur, juga akan selesai. Namun, bagi korban bencana yang enggan tinggal di tempat tinggal sementara, partai-partainya telah memberikan dana kepada masyarakat untuk menunggu tempat tinggal.
Bagi mereka yang tidak memilih pilihan tempat tinggal, dana penantian rumah (DTH) juga diserahkan, sementara di desa Baba Krueng di Aceh Utara, kemajuan mencapai 60 hingga 70 persen, kata Safrizal.
Namun, selama inspeksi jembatan desa Sawang yang hancur akibat banjir mendadak, pembangunan tembok dimulai dengan pengeboran peralatan berat dan bantuan personel dari brigade mobil polisi. Jembatan ini merupakan mesin kegiatan komunitas serta penetrasi ke desa yang sebelumnya terisolasi.
Peningkatan pembangunan jembatan Bailey adalah kebutuhan mutlak di desa Sawang agar dapat segera terhubung ke akses terbuka, termasuk mengatasi kesulitan bagi anak-anak usia sekolah, seiring dengan percepatan rencana teknis untuk membangun jembat permanen di sebelahnya, katanya.
Di sisi lain
Untuk informasi mereka, inspeksi dan inspeksi dari Regency East Aceh dan North Aceh berkonsentrasi pada beberapa poin, termasuk pembangunan sebuah tempat tinggal di desa Pante Rambong, Regency Aceh Timur, pembangunan dan penyediaan bantuan di Sekolah Dasar Blang Senong, Regensi Aceh Timur. inspeksi jembatan desa Sawang, Regencia Aceh Utara, penyediaan layanan kepada komunitas konstruksi, North Aceh Village dan Bablanga Regency.
